Palangka Raya, Tambunbungai.com – DPRD Kota Palangka Raya mulai menyisir ketat anggaran dalam APBD 2026 dengan fokus pada efisiensi belanja daerah, khususnya pada pos-pos yang dinilai kurang prioritas. Langkah tersebut dilakukan dengan memangkas belanja internal, seperti makan dan minum serta belanja barang dan jasa, agar alokasi anggaran dapat lebih diarahkan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengatakan DPRD bersama pemerintah kota telah melakukan penyesuaian di sejumlah pos anggaran. “Belanja-belanja itu banyak kita kurangi, termasuk makan minum dan belanja barang serta jasa. Yang masih bisa digunakan tetap dipakai, sementara sebagian lainnya ditunda,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi tersebut tidak hanya terjadi di daerah, tetapi juga mengikuti kondisi nasional hingga global yang mendorong penghematan anggaran. “Ini bukan hanya di daerah kita, tetapi juga kondisi nasional dan global. Karena itu, efisiensi menjadi langkah bersama yang telah disosialisasikan pemerintah kota,” tambahnya.
Menurut Hatir, efisiensi dilakukan agar alokasi anggaran lebih fokus pada kebutuhan masyarakat tanpa mengurangi volume pembangunan. “Kita kurangi belanja internal, tetapi ada aksi nyata untuk masyarakat. Ke depan, anggaran akan lebih banyak diarahkan pada pembangunan yang dirasakan langsung,” jelasnya.
Ia memastikan, kebijakan tersebut tidak akan menghambat pembangunan daerah. Justru, pembangunan tetap berjalan dengan dukungan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pembangunan tidak berkurang. Pendapatan daerah tetap kita dorong, tetapi tidak membebani masyarakat kecil,” tegasnya.(nis)

