Palangka Raya, Tambunbungai.com – DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meminta pemerintah kota setempat untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur pada 2026, meskipun dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran. Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengapresiasi capaian pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan sepanjang 2025. Tercatat, penanganan jalan lingkungan mencapai 20.418 meter dan pembangunan drainase lingkungan sepanjang 1.895 meter. “Capaian tersebut merupakan prestasi yang patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus ditingkatkan,” ujarnya di Palangka Raya, Senin (5/1/2026).
Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan pembangunan infrastruktur pada 2026 akan semakin berat. Hal ini menyusul adanya pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp253 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Meski begitu, Khemal tetap optimistis pemerintah kota mampu mencari solusi atas keterbatasan anggaran tersebut. “Kita berharap Pemkot Palangka Raya dapat menghadirkan terobosan untuk menutupi kekurangan anggaran akibat pemotongan tersebut,” katanya. Ia juga menyoroti langkah pemerintah kota yang saat ini tengah mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti dari sektor pajak dan retribusi.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan pembangunan, tidak hanya di sektor infrastruktur, tetapi juga peningkatan sumber daya manusia serta pelayanan publik. “Jangan sampai pemotongan anggaran justru menurunkan kualitas pelayanan publik. Dalam kondisi seperti ini, pelayanan harus tetap meningkat,” tegasnya.
Khemal berharap, capaian pembangunan yang diraih pada 2025 dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, termasuk di kawasan permukiman dan daerah yang masih tergolong kumuh. “Ke depan, kita harapkan tidak ada lagi kawasan yang terdampak banjir akibat drainase yang tidak berfungsi, dan seluruh masyarakat dapat menikmati infrastruktur jalan yang baik,” pungkas Khemal Nasery.(nis)

