Pemkab Murung Raya Bangun Peluang Usaha Melalui Budi Daya Kakao

PURUK CAHU. Tambunbungai.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya terus mendorong diversifikasi sektor perkebunan sebagai upaya meningkatkan peluang usaha bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengembangan tanaman kakao sebagai pendamping tanaman perkebunan karet yang selama ini menjadi andalan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Belum lama ini, Penjabat (Pj) Bupati Murung Raya, Hermon, beserta jajaran pejabat Pemkab Mura mengunjungi Jember untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) tersebut. Kedatangan rombongan Pemkab Mura disambut langsung oleh Wakil Bupati Jember, K. H. Muhammad Balya Firjaun Barlaman, di Pendopo Wahyawibawagraha Bupati Jember.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Hermon menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemkab Jember. Ia menjelaskan bahwa budidaya kakao menjadi salah satu prioritas Pemkab Mura untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus sebagai alternatif usaha yang menjanjikan. “Kakao adalah komoditas dengan prospek besar. Kami berharap, kerja sama ini dapat membantu kami meningkatkan produktivitas kakao secara nasional dan memberikan alternatif penghasilan bagi petani lokal,” ujar Hermon,  Selasa (16/7/24).

Menurut Hermon, luasnya lahan di Kabupaten Murung Raya menjadi modal utama untuk pengembangan kakao. Pemkab melalui Dinas Pertanian dan Perikanan berkomitmen menyediakan pendampingan teknis, termasuk penyediaan bibit unggul, pelatihan petani, hingga pengelolaan pascapanen. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program ini,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jember, K. H. Muhammad Balya Firjaun Barlaman, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Pemkab Mura. Ia berharap kerja sama ini dapat menghasilkan sinergi yang baik dalam pengembangan komoditas kakao di kedua daerah. “Kabupaten Murung Raya memiliki potensi lahan yang sangat besar. Dengan kerja sama ini, saya optimis pengembangan kakao akan menjadi salah satu faktor pendorong ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi dan pelatihan petani, tetapi juga mencakup penelitian dan pengembangan komoditas kakao. Hal ini dilakukan agar hasil budidaya kakao dari Murung Raya dapat memenuhi standar pasar nasional maupun internasional.

Melalui langkah ini, Pemkab Murung Raya berharap budidaya kakao dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, Murung Raya optimis dapat menjadi salah satu sentra produksi kakao berkualitas di Indonesia.(kin)