Dislutkan Prov. Kalteng Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Perikanan di Kabupaten Kapuas Dapatkan Respon Positif

KAPUAS. Tambunbungai.com — Selama ini, kulit kerang dan sisik ikan diketahui sebagai limbah perikanan yang dibuang dan tidak dapat dimanfaatkan kembali. Namun, ternyata limbah hasil perikanan berupa kulit kerang dan sisik ikan apabila diolah dengan benar maka akan menjadi sumber penghasilan keluarga.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kelautan dan Pesisir Zur Rawdoh saat menutup kegiatan Pelatihan Pengolahan Kerajinan Tangan dari Kulit Kerang dan Sisik Ikan yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah di Desa Beranggau Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Jumat (1/10/24).

“Adanya pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah perikanan menjadi komoditas yang bernilai jual.”

Pelatihan ini, yang dimulai pada 30 Oktober 2024, berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir, terutama istri dan wanita nelayan. Zur Rawdoh menjelaskan, “Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat memberdayakan masyarakat pesisir untuk memiliki keterampilan dalam mengolah limbah perikanan.”

Narasumber yang dihadirkan merupakan pelatih berpengalaman dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. D.I. Yogyakarta dan pengrajin dari Rembang. Mereka mengajarkan teknik pengolahan limbah perikanan menjadi produk siap jual, seperti aksesoris dan lampu hias. “Kami ingin produk ini tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol kreativitas masyarakat,” ungkap Wiwik Kristianti, salah satu pelatih.

Pelatihan ini melibatkan 40 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Kapuas Kuala, termasuk Desa Beranggau, Palampai, dan Batanjung. Desa Lupak Dalam, Desa Lupak Timur, Desa Pematang, Desa Pematang Sambas, serta stakeholder pada Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Desa.

Pelatihan Pengolahan Kerajinan Tangan dari Kulit Kerang dan Sisik Ikan. (Photo/t2n)

Kepala Desa Beranggau, Suriadi, yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan pelatihan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Desa Beranggau dipilih sebagai lokasi pelatihan. Ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu nelayan di sini,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Kepala Dislutkan Prov. Kalteng, H. Darliansjah, menambahkan, Pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat pesisir, khususnya istri nelayan. Kami berharap ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan serupa di masa mendatang.

Dalam acara ini, hadir pula perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Kapuas serta aparat desa Beranggau, perwakilan Desa Palampai, perwakilan Desa Lupak Dalam, perwakilan Desa Batanjung, perwakilan Desa Lupak Timur, perwakilan Desa Pematang, dan perwakilan Desa Sambas Pematang.

Sebagai hasil dari pelatihan ini, kerajinan tangan yang dihasilkan akan dipamerkan dalam acara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 8 November 2024.(man)