DPRD Barut Dorong Evaluasi MBG dan Perluasan Program hingga Sekolah Desa

Muara Teweh, Tambunbungai.com – Kondisi kabut asap yang mulai memburuk di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Utara sejak awal Agustus 2026 mendapat perhatian DPRD setempat. Selain kualitas udara dan jarak pandang, DPRD juga menyoroti dampaknya terhadap kesehatan anak-anak sekolah.

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj Nety Herawati, mengatakan kondisi kabut yang semakin pekat perlu diantisipasi, terutama karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak buruk kualitas udara. “Kita melihat kabut ini mulai sangat parah sejak awal Agustus. Udara yang kita hirup sudah tidak sebersih biasanya dan jarak pandang juga terbatas,” ujar Nety saat ditemui di ruang Komisi I DPRD Barito Utara, Kamis (20/8/2026).

Ia menilai sumber kabut asap belum dapat dipastikan seluruhnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Barito Utara. Asap juga dimungkinkan terbawa dari wilayah kabupaten lain. Karena itu, Nety meminta Dinas Pendidikan memberikan arahan kepada sekolah dan guru untuk meningkatkan langkah perlindungan terhadap peserta didik. Salah satunya dengan mengimbau siswa menggunakan masker, terutama ketika berada di luar ruangan.

Pada kesempatan yang sama, Nety menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Barito Utara. Berdasarkan laporan yang diterima Komisi I, tingkat konsumsi makanan MBG di sejumlah sekolah yang telah menerima program tersebut masih relatif rendah. “Dari laporan yang kami terima, di sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan MBG hanya terserap sekitar 40 sampai 50 persen. Tidak semuanya termakan,” ungkapnya.

Menurut Nety, rendahnya penyerapan tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti selera peserta didik, menu yang kurang bervariasi maupun jenis makanan yang tidak sesuai dengan kebiasaan dan selera anak. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar program MBG tidak sekadar tersalurkan, tetapi benar-benar dikonsumsi dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan serta kesehatan peserta didik. Nety menegaskan Komisi I DPRD Barito Utara mendukung program MBG sebagai kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak. Namun, pelaksanaan di lapangan tetap perlu diperbaiki dan dievaluasi secara berkala. “Kita tetap mendukung kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Kalau tujuannya untuk anak bangsa dan mencerdaskan generasi, kita dukung sepenuhnya. Tetapi apakah manfaatnya benar-benar dinikmati dan diserap secara maksimal, ini yang perlu kita evaluasi,” tegasnya.(red)