Taufik Nugraha: SMAN 4 Muara Teweh Layak Jadi Percontohan Pendidikan Karakter

Muara Teweh, Tambunbungai.com – Penetapan SMA Negeri 4 Muara Teweh sebagai Sekolah Kebangsaan mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha. Menurutnya, program tersebut menjadi terobosan penting dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Taufik menilai, keberadaan Sekolah Kebangsaan tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi sarana membentuk peserta didik yang memiliki integritas, semangat nasionalisme, serta kepedulian terhadap persatuan bangsa. Ia berharap konsep serupa dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Barito Utara. “Program Sekolah Kebangsaan merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta Tanah Air, dan mampu menjaga persatuan dalam keberagaman,” ujarnya di Muara Teweh, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri. Ia menegaskan, keberagaman merupakan modal besar bangsa Indonesia yang harus dijaga melalui pendidikan yang mengedepankan toleransi, gotong royong, saling menghargai, dan rasa persaudaraan. “Pelajar harus memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang memperkokoh persatuan bangsa,” katanya.

Taufik juga mengapresiasi berbagai budaya positif yang telah diterapkan di SMAN 4 Muara Teweh, salah satunya kebiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Menurutnya, pembiasaan tersebut mampu menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sekaligus membangun kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik. “Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten justru memiliki dampak besar dalam membentuk karakter dan jiwa nasionalisme pelajar,” tuturnya.

Selain penguatan karakter, ia menilai kemampuan literasi digital juga harus menjadi perhatian sekolah. Pelajar perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, dan menggunakan media sosial secara bijaksana agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. “Generasi muda harus menjadi pengguna teknologi yang cerdas, produktif, dan bertanggung jawab. Manfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, dan memperkuat persatuan,” pungkasnya.(rul)