Palangka Raya, Tambunbungai.com – Menjelang musim kemarau, masyarakat Kota Palangka Raya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mulai menerapkan pola hidup hemat air.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menegaskan bahwa musim kemarau merupakan periode rawan terjadinya karhutla yang dapat berdampak luas, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. “Setiap tahun kita menghadapi ancaman karhutla saat kemarau. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, sekecil apa pun,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengingatkan, kebakaran lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas warga serta kesehatan, khususnya pernapasan. Selain itu, Hasan juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air, mengingat ketersediaan air bersih biasanya menurun saat musim kemarau. “Mulai sekarang biasakan hemat air. Gunakan air seperlunya agar tidak mengalami kekurangan saat puncak kemarau,” tambahnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk terus meningkatkan sosialisasi dan pengawasan di lapangan, khususnya di wilayah rawan kebakaran. Hasan berharap, dengan meningkatnya kesadaran seluruh elemen masyarakat, potensi karhutla di Kota Palangka Raya dapat diminimalkan sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas warga tidak terganggu.(nis)

