JAKARTA – Tradisi mudik Lebaran 2026 diwarnai fenomena yang memprihatinkan. Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sulit oleh sebagian kalangan, banyak warga dilaporkan nekat menggunakan jasa pinjaman online (pinjol) untuk menutupi biaya pulang kampung dan kebutuhan hari raya.
Fenomena “maksa mudik” ini menjadi sorotan karena tingginya risiko jeratan utang yang menghantui masyarakat pasca-perayaan Idulfitri.
Gengsi dan Kerinduan di Atas Logika Finansial
Beberapa faktor disinyalir menjadi pemicu warga mengambil langkah berisiko ini:
- Tekanan Sosial: Adanya perasaan “malu” jika tidak pulang kampung atau tidak bisa membagikan uang tunai (angpao) kepada kerabat di desa.
- Biaya Transportasi Melambung: Kenaikan harga tiket pesawat, bus, dan kereta api yang signifikan menjelang hari H membuat tabungan warga tidak mencukupi.
- Kemudahan Akses Pinjol: Syarat yang hanya bermodal KTP dan proses cair dalam hitungan menit membuat pinjol menjadi solusi instan bagi warga yang terdesak.
Risiko Gagal Bayar Menanti
Pengamat ekonomi memperingatkan bahwa penggunaan pinjol untuk konsumsi non-produktif seperti mudik adalah “bom waktu” finansial. Suku bunga yang tinggi dan denda keterlambatan berpotensi membuat pemudik justru terjebak dalam lingkaran utang yang lebih besar saat kembali ke kota perantauan.
”Mudik adalah hak dan tradisi, namun jika dipaksakan dengan berutang pada platform berbunga tinggi, ini akan merusak stabilitas keuangan keluarga dalam jangka panjang,” ujar salah satu pakar ekonomi dalam laporannya.
Imbauan Pemerintah dan OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan rasional dalam mengelola keuangan menjelang Lebaran. Warga diminta untuk tidak tergiur dengan tawaran pinjol ilegal yang menjanjikan kemudahan tanpa verifikasi ketat, karena risiko penagihan yang tidak beretika sangat besar.
Pemerintah juga menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh berbagai instansi guna meringankan beban biaya, daripada harus menanggung beban utang setelah hari raya usai.(tb)

