DPRD dan Pemkot Siap Bahas Temuan BPK Lewat Pansus

Palangka Raya, Tambunbungai.com – DPRD Kota Palangka Raya, membentuk panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Semester II Tahun 2025, khususnya terkait pajak dan retribusi daerah. Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengatakan pembentukan pansus tersebut merupakan langkah konkret dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah. “Pansus telah dibentuk dengan Hasan Busyairi sebagai ketua dan Rusdiansyah sebagai wakil ketua,” ujarnya usai memimpin rapat paripurna, Kamis (8/1/2026).

Adapun anggota pansus terdiri dari Hatir Sata Tarigan, Sumadi, Arthur Apriossi Tuwan, Dudie B. Sidau, Mukarramah, Syaufwan Hadi, Jati Asmoro, dan Salundik. Ia menjelaskan, pansus nantinya akan melakukan pembahasan bersama Pemerintah Kota Palangka Raya terkait sejumlah rekomendasi yang disampaikan BPK RI dalam LHP tersebut.

Subandi menargetkan proses pembahasan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 60 hari, bahkan diupayakan maksimal 20 hari. “Semoga dalam waktu kurang dari 60 hari, atau kalau bisa 20 hari, seluruh rekomendasi sudah selesai dibahas,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Palangka Raya menerima LHP Semester II 2025 dengan sejumlah catatan penting, di antaranya terkait pengelolaan pajak reklame yang belum sesuai ketentuan, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum serta berpotensi mengurangi penerimaan daerah.

Selain itu, terdapat temuan terkait penerapan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor perhotelan oleh dua wajib pajak yang belum sesuai aturan, dengan potensi kekurangan penerimaan mencapai Rp236,37 juta. Temuan lainnya adalah kekurangan penagihan kontribusi pemanfaatan Palangka Raya Mall yang berdampak pada berkurangnya penerimaan retribusi daerah, dengan nilai minimal Rp404,51 juta.

Subandi menegaskan, DPRD bersama pemerintah kota berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh catatan tersebut guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. “Dengan sinergi yang baik, kami optimistis pembahasan rekomendasi ini dapat diselesaikan sesuai target,” pungkasnya.(nis)