Kepala BKSDA Kalteng : Selama 8 Tahun Sekitar 200 Orangutan Berhasil Dileparliarkan ke Habitat Aslinya

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, selama 8 tahun terakhir, Balai TNBBBR. BKSDA Kalimantan Tengah dan Yayasan BOS telah berhasil mengembalikan 200 orangutan ke habitat aslinya. Dengan ditambahkannya 8 orangutan ini. maka total orangutan yang berhasil dilepasliarkan di kawasan TNBBBR mencapai 208 ekor orangutan.

“Hari ini menjadi momen penting di akhir tahun 2023 dengan pelepasliaran delapan orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Proses rehabilitasi yang panjang dan membutuhkan waktu bertahun-tahun menunjukkan besarnya investasi yang diperlukan dalam melatih satwa liar, yang memiliki DNA yang 87X serupa dengan manusia ini, untuk siap dilepasiiarkan kembali dan hidup di alam liar. Harapan kami semoga dalam tahun-tahun mendatang, orangutan yang dilepasiiarkan dapat berkembang biak dan menjalankan fungsi ekologisnya dengan baik di alam liar,” tutur Sadtata Noor kepada sejumlah awak media.

Sementara itu Jamartin Sihite, Ketua Pengurus Yayasan BOS menyampaikan bahwa pelepasliaran delapan orangutan ini merupakan hal yang sangat penting dan menjadi yang kelima kali di tahun 2023 oleh Yayasan BOS bersama Kementenan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. ‘’Saat ini sekitar 400 orangutan masih direhabilitasi oleh Yayasan BOS, dan sebagian besar di antaranya sudah siap untuk hidup bebas di hutan. Upaya perlindungan dan konservasi orangutan adalah upaya bersama yang memerlukan kerja sama dari semua pemangku kepentingan tanpa terkecuali,’’ ujar Jamartin Sihite.

Ditambahkan Jamartin, delapan orangutan yang dilepasliarkan hari ini telah menyelesaikan tahap akhir proses rehabilitasi di pulau pra-pelepasan di Pulau salat. Pulau Bangamat dan Pulau Kaja. Pulau-pulau pra-pelepasliaran ini merupakan habitat serni-liar yang digunakan untuk menjadi pelatihan terakhir bagi orangutan yang sudah menyelesaikan tahap awal rehabilitasi di Sekolah Hutan. ‘’Disini, orangutan mempraktikkan semua keterampilan yang telah mereka pelajari sebelumnya untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di alam liar,’’ ujar Jamartine

‘’Yayasan BOS menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan kontribusi Organisasi mitra global kami yakni BOS Australia, BOS Jerman, BOS Swiss, BOS UK, BOS USA, dan Save the Orangutan. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari badan usaha terkemuka seperti PT. Sawit Sumber Mas Sarana (SSMS), PT. Sharp Electric Indonesia, dan berbagai organisasi konservasi lainnya termasuk Orangutan Outreach, serta donor perseorangan dari seluruh dunia yang mendukung upaya konservasi alam kami di Indonesia,’’ pungkas nya. (YZ)