PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Sri Astiana mengatakan bahwa pihak Lapas Perempuan selain memberikan pembinaan kepribadian dan pelatihan skill, pihaknya juga memberikan pembinaan kemandirian, seperti halnya membatik, menjahit, menyulam dan merajut serta kegiatan produksi lainnya.
“Lapas perempuan juga memberikan pembinaan kemandirian yaitu berupa pelatihan skill keterampilan dan juga untuk pemasaran hasil produksi, beberapa kegiatan yang dilaksanakan seperti membatik, sulam-sulaman, dan membuat rajutan nama,” kata Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Sri Astiana.

Sri menjelaskan, sejauh ini pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga, baik untuk pelatihan maupun pemasaran, dan ketika ada event, bazar produk, dan kegiatan serupa lainnya, ia mengaku pihaknya siap untuk terlibat dan ikut serta memasarkan produk hasil karya warga binaan Lapas Perempuan.

“Untuk batik kami kerja sama dengan pihak ketiga, dan juga UMKM benang bintik, jadi memang instrukturnya dari sana, dan juga kerjasama lainnya pada saat ada pemasaran atau ada kegiatan yang berkaitan dengan membatik, kami Lapas Perempuan siap untuk dilibatkan, tuturnya.
Sri juga mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya juga menggalakkan mengangkat budaya daerah, yakni Kalteng, untuk mengangkat budaya tersebut, warga binaan Lapas Perempuan memproduksi sumping dan lawung, yang mana kedua produk ini menjadi ciri khas di wilayah Kalteng.
“Untuk mengangkat budaya Kalteng, kami juga membuat sumping dan juga lawung, memang saat ini sedang kami galakan untuk meningkatkan budaya yang menjadi ciri khas wilayah Kalteng,” pungkasnya. (tb5)

