Selain Pembinaan Kepribadian, Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya Juga Berikan Pelatihan Tata Rias Bidang Salon Bagi Warga Binaan

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Sri Astiana mengatakan bahwa pihak Lapas Perempuan tidak hanya melaksanakan kegiatan pembinaan kepribadian, namun juga di bidang salon seperti halnya pelatihan tata rias, hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, namun mengingat hunian lapas memang semua perempuan.

“Lapas Perempuan melaksanakan pelatihan tata rias, mungkin jasa di bidang salon untuk warga binaan, karena di sini adalah perempuan semua, dihuni oleh 200 orang, jadi pasti wanita tidak lepas dari kecantikan dan perawatan, ucap Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Sri Astiana.

Untuk itu, Sri Astiana menyebut bahwa pihaknya memfasilitasi hal tersebut, mengingat kegiatan tersebut juga merupakan positif, sehingga warga binaan Lapas nantinya ketika sudah kembali ke masyarakat memiliki ketrampilan dan kemampuan untuk bisa mandiri.

“Jadi kami fasilitasi dengan membuat ruang kegiatan kerja juga menjadi ruang salon bagi petugas dan warga binaan, jadi aktivitas yang ada di luar juga ada di dalam Lapas, seperti perawatan rambut, perawatan wajah dan juga perawatan kulit serta kuku,” tambahnya.

Selain memfasilitasi dalam bentuk tempat, Sri mengaku pihak Lapas juga memberikan pelatihan kepada warga binaan, agar kemampuan yang dimiliki memang benar-benar mumpuni sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan, baik terhadap sesama warga binaan, kepada petugas Lapas maupun pengunjung.

Kegiatan pelatihan tata rias bidang salon warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya, salah satunya Creambath rambut

“Memang kami berikan pelatihan sebelumnya, bekerja sama dengan pihak ketiga, pihak terkait dengan tata rias dan setelah itu warga binaan mempraktekkan langsung dengan sesama warga binaan dan petugas,”

Ia juga membeberkan bahwa menurut penilaian pengunjung yang pernah mencoba salon di Lapas, pengunjung mengaku puas dan mengungkapkan bahwa pelayanan yang didapatkan tidak jauh berbeda dengan salon pada umumnya.

“Pada saat memang ada pengunjung atau yang akan ke sini terkadang kami sampaikan dan memang ada beberapa yang mencoba salon di dalam Lapas, ternyata tidak jauh beda cara mereka melayani customer di salon, karena memang diberikan skill oleh tenaga yang memang bersertifikasi,” pungkasnya. (tb5)