Rubah Perilaku Warga Binaan, Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya Lakukan Pembinaan Kepribadian

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Palangka Raya (LaPu_Pala) melaksanakan kegiatan pembinaan kepribadian, seperti halnya Kegiatan kerohanian, kesenian, olahraga dan bermain musik kesenian, serta kegiatan lainnya yang bersifat untuk merubah perilaku warga binaan, kegiatan berlangsung, di Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Sabtu (6/5).

“Kegiatan di Lapas perempuan dilaksanakan dalam kegiatan pembinaan kepribadian yang meliputi kegiatan kerohanian dan juga kesenian, olahraga, perlindungan hukum, pramuka dan kegiatan lainnya yang bersifat untuk merubah perilaku warga binaan, salah satunya yaitu kegiatan bermain musik kesenian,” ucap Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Sri Astiana.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Sri Astiana saat memberikan statment kepada awak media diruang kerjanya, Sabtu (6/5).

Sri Astiana menambahkan bahwa pihak Lapas mendukung kegiatan positif yang sifatnya merubah perilaku warga binaan, dukungan tersebut pihak Lapas tunjukan dalam bentuk penyediaan alat musik untuk menunjang jalannya kegiatan tersebut, terlebih pihak Lapas juga menyediakan alat musik kecapi, hal tersebut bertujuan untuk terjaganya kearifan lokal dan tentunya warga binaan juga akhirnya bisa lebih mencintai budaya daerah.

“Nah kami menyediakan peralatan musik mulai dari gitar, kajon, keyboard mini dan juga menggalakkan untuk warga binaan juga mencintai budaya daerah yaitu dengan memainkan kecapi, jadi memang ada warga binaan yang bisa memainkan alat kecapi ciri khas alat musik Dayak,” tambahnya.

Sri juga menyebut, bahwa warga binaan yang ada di Lapas Perempuan saat ini ada yang bisa karungut, bahkan warga binaan mampu menciptakan karungut sendiri.

Warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya saat menari mengikuti karungut yang dibawakan

Untuk terus mempertahankan hal tersebut, pihak Lapas secara rutin menyiapkan alat musik di blok, selain melatih kemampuan warga binaan, hal tersebut juga untuk mengisi waktu setelah kegiatan rutin warga binaan, dan juga pihak Lapas secara rutin menjadwalkan untuk latihan di ruang pembinaan.

“Warga binaan juga ada yang bisa karungut, istilahnya karungut itu bernyanyi tapi dalam bahasa Dayak, nah mereka bisa juga menciptakan karungut sendiri dan mereka menulis, akhirnya pada saat secara rutin kadang kami siapkan alat musik juga diblok, jadi mengisi waktu setelah kegiatan rutin mereka bermain musik di blok dan juga secara rutin kami jadwalkan untuk latihan di ruang pembinaan,” pungkasnya. (tb5)