PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo berharap semoga saja pada kemarau yang akan berlangsung bulan Juni dan Juli 2023 mendatang tidak disertai badai Elnino, karena jika disertai badai Elnino maka Kalimantan Tengah akan terjadi cuaca panas ekstrem seperti pada tahun 2015 lalu, dimana telah terjadi kebakaran hutan dan lahan dimana-mana. Hal tersbeut diungkapkan Wagub Edy Pratowo kepada sejumlah awak media usai memimpin kegiatan upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023, di halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (2/5/23).
Wakil Gubernur H. Edy Pratowo menuturkan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk wilayah Kalimantan Tengah puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Juli dan Juni 2023.
Edy berharap, semoga saja pada puncak kemarau tersebut tidak dibarengi dengan adanya badai Elnino, karena jika terjadi Elnino maka kemarau akan berlangsung lama seperti pada tahun 2015 lalu.
Namun demikian menurut Wagub Edy Pratowo, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengantisipasi terjadinya puncak kemarau nanti dengan mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk anggaran untuk mitigasi bencana.
Ditanya apakah Kalimantan Tengah membutuhkan modifikasi cuaca guna menekan terjadinya cuaca panas ekstrem menurut Edy Pratowo, sebaiknya modifikasi cuaca bisa dilakukan pada bulan Mei ini karena mumpung masih ada turun hujan yang membasahi hamparan lahan gambut. (tb4)

