Wali Kota Fairid Naparin : Pusat Kuliner Dermaga Rambang Akan Dikembangkan Dengan Konsep Modern dan Digital 

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pusat kuliner di Dermaga Rambang yang berlokasi di Jalan Riau, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya akan dikembangkan dengan konsep Modern dan Digital. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Fairid Naparin saat meresmikan Pusat Kuliner Dermaga Rambang tersebut, Kamis (22/12).

‘’Saya harapkan Pusat kuliner ini nantinya mampu menjadi salah satu unggulan dalam wisata kuliner di ‘Kota Cantik’ Palangka Raya. Pengembangan wisata kuliner di Dermaga Rambang ini merupakan program Pemko Palangka Raya bersama PLN, untuk membina dan memberdayakan warga sekitar,” kata Fairid Naparin dalam sambutannya saat itu.

Menurut Fairid, Pemko Palangka Raya kini terus berusaha melakukan program-program pembinaan dan pemberdayaan usaha kecil mikro, untuk mensejahterakan masyarakat dari hilir ke hulu.

“Saya minta kepada para pelaku usaha di Dermaga Rambang, untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga siklus ekonomi di pusat kuliner ini dapat berjalan secara berkesinambungan,” tuturnya.

Di tempat yang sama Senior Manager Komunikasi, Keuangan dan Umum PLN UID Kalimantan Selatan dan Tengah, Sigit Fanani mengatakan, besaran anggaran yang disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di kawasan tersebut adalah Rp300 Juta. “Penyalurkan CSR PLN berupa pembuatan gerbang wisata, gerobak kontainer untuk pedagang sebanyak 18 unit, kanopi, instalasi listrik dan lain sebagainya dengan total anggaran Rp 300 juta,” sebutnya.

Melalui program CSR tersebut, Sigit berharap pertumbuhan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata kuliner Dermaga Ramba meningkat.

Sementara itu Camat Pahandut, Berlianto mengatakan, adanya pembenahan Dermaga Rambang itu sejalan dengan keinginan Wali Kota Palangka Raya, untuk membenahi usaha kuliner masyarakat agar lebih baik.

Tadinya kata Berlianto, tenda para pedagang semerawut, tak teratur dan kumuh tak indah dipandang. Karena itu perlu diupayakan mencari CSR, sampai kemudian pihak PLN bersedia. Terutama untuk tahap awal dibuatkan kontainer. “Konsep utama yang dijual pada kawasan kuliner ini adalah modern dan digital. Para pedagang mulai menggunakan transaksi keuangan non tunai. Fasilitas pendukung untuk itu akan kami benahi. Termasuk ketersediaan lahan parkir yang memadai, ruang ramah anak hingga fasilitas ibu menyusui akan dilengkapi,” pungkasnya. (tb4)