Stand MKKS Kotim Tampilkan Produk Unggulan, Karya Guru dan Prestasi Siswa Saat Pameran Inovasi Pendidikan Kalteng Berkah 

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Stand Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kotawaringin Timur tampilkan produk unggulan, Karya guru dan prestasi siswa, di pergelaran pameran inovasi pendidikan Kalteng berkah Tahun 2022, di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kalteng, yang beralamat di jalan D.I. Panjaitan Palangka Raya, Selasa (15/11).

Pada kesempatan tersebut, stand MKKS Kotawaringin Timur dikunjungi Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, S.IP., untuk melihat produk unggulan, dan karya guru serta prestasi siswa.

Salah satu siswi stand MKKS SMA Kotim saat memaparkan produk unggulan berupa sebuah karya dari siswa yakni penghasil listrik dari bahan baku air gambut

Saat mengunjungi stand MKKS Kotawaringin Timur, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, S.IP., mengapresiasi produk unggulan ataupun karya, serta prestasi yang ada di stand tersebut.

Dirinya juga berpesan, untuk karya yang ada, agar bisa dipatenkan dan ekspos ke masyarakat luas, serta mengembangkan dalam skala lebih besar karya tersebut.

Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, S.IP., saat memberikan pesan untuk lebih dikembangkan lagi produk unggulan yang ada

Tak hanya mengunjunginya stand saja, Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, S.IP., juga memberikan Rp. 10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah) kepada stand MKKS Sampit, sebagai apresiasi dari Gubernur kepada para guru dan siswa karena memiliki karya unggulan yang di rasa inovatif, dan juga karya guru yang luar biasa, serta prestasi siswa yang mengagumkan.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA/MA Kotawaringin Timur, Drs. Kodarahim mengatakan bahwa pihaknya menampilkan keunggulan prestasi siswa SMA, seperti halnya karya dan juga hasil penelitian.

“Khusus untuk kita, memang di stand itu menampilkan karya-karya tentang penelitian anak-anak. Jadi, salah satu keunggulan anak-anak sekolah SMA di Sampit itu, mereka peneliti-peneliti belia, nah ini yang kami tonjolkan”, ucapnya.

Ketua MKKS SMA/MA Kotawaringin Timur, Drs. Kodarahim saat memberi keterangan kepada awak media

Ia menambahkan, untuk karya guru di stand MKKS Kotawaringin Timur, pihaknya juga menampilkan beberapa karya berupa buku.

“Nah Kemudian dari guru-gurunya juga ada karya berupa buku, ya juga ada hasil produk produk yang dihasilkan dari tumbuhan-tumbuhan setempat, nah ini juga salah satu keunggulan dari MKKS Sampit SMA Kotim”, tambahnya.

Dirinya menjelaskan bahwa dari Kotawaringin Timur ada tiga MKKS, yakni, MKKS SMK, MKKS SLB dan MKKS SMA yang ia ketuai. Saat menjaga stand MKKS SMA, Kodarahim menceritakan pengalamannya saat di kunjungi Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, S.IP. , menurutnya, Gubernur sangat tertarik dengan beberapa hasil produk unggulan, karya serta prestasi yang ada di stand MKKS SMA Kotawaringin Timur. Gubernur juga berpesan untuk hasil penelitian yang ada agar bisa dikembangkan lagi, dan dirinya siap untuk membiayainya.

“MKKS Sampit itu kan ada MKKS SMA dan ada MKKS SMK serta MKKS SLB. Nah tadi kebetulan pak gubernur mengunjungi MKKS SMA, sepertinya beliau sangat tertarik dengan hasil penelitian anak-anak, terutama tentang listrik yang berasal dari gambut dan kulit nanas. Gubernur sangat antusias sekali, sehingga katanya dikembangkan lagi lebih besar, nanti beliau sanggup untuk membiayai”, jelasnya.

Untuk itu, Kodarahim mendorong para guru dan siswa untuk mengembangkan lagi hasil dari penelitian tersebut, yang semula hanya lingkup kecil,agar setidaknya bisa memenuhi kebutuhan listrik di sekolah.

Sebuah karya dan prestasi yang menjadi produk unggulan MKKS SMA Kotim, yakni penghasil listrik dari bahan air gambut

“Tentunya anak-anak kita yang di bidang penelitian tadi, kita dorong lagi untuk mengembangkan, kalau tadi misalnya skala kecil, nanti kalau bisa untuk skala yang lebih besar, minimal untuk penerangan di sekolah”, ujarnya.

Dirinya juga berharap, ada dari peneliti lain, sebagai tindak lanjut untuk membantu mengembangkan penelitian ini untuk lebih besar lagi.

“Mungkin nanti bertahap ada tindak lanjut dari peneliti lain, bisa mengembangkan lebih besar lagi tentang kelistrikan ini, jadi bahan bakunya tidak berasal dari minyak bumi tetapi dari sumber lain, yakni dari gambut”, pungkasnya.(tb6)