Ketua DPD LDII Kota Palangka Raya Harapkan Ponpes Jamiatul Amaliyah Ciptakan Santri Sukses Dunia Akhirat 

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Palangka Raya, H. Cholidin S.Pd. M.M berharap dengan diresmikannya pondok pesantren ini, terciptanya insan santri yang sukses dunia akhirat. Harapan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat santri yang di pondok ini mengenyam pendidikan SMP, SMA dan perguruan tinggi di luar pesantren ini untuk menuntut ilmu dunia, sedangkan untuk ilmu agama, santri akan di didik dan dibina di pondok pesantren ini.

Hal tersebut disampaikan seusai kegiatan peresmian Pondok Pesantren Jamiatul Amaliyah, yang bertempat di jalan Raden Saleh VI nomor 1 Palangka Raya, Minggu (13/11).

Foto Bersama Wali Kota Palangka demgan Santri serta Pengurus Pondok Pesantren Jamiatul Amaliyah

“Harapannya adalah terciptanya Penerus yang memenuhi three sukses. Ilmu dunia dia belajar di luar seperti di sekolah SMP, SMA dan perguruan tinggi, sedangkan ilmu agama nya kita didik dan bina disini, jadi mulai dari mengaji mulai dari nol sampai nanti dalam pengajian Al-Qur’an serta Hadist nya, sehingga nanti memahami betul-betul kaidah agama. Sehingga mereka bisa membatasi atau membentengi diri dengan agama”, ucapnya.

Dirinya juga menyampaikan, untuk menghindari santri terpengaruh kemajuan jaman di era teknologi yang pesat, perlu diberikan pemahaman agama untuk membentengi diri. Hal tersebut bertujuan agar santri tau mana teknologi yang baik dan mana yang berpengaruh buruk terhadap dirinya. Sehingga dengan begitu diharapkan santri menjadi insan yang religius dan mandiri.

“Kita tau bahwa dengan era teknologi yang luar biasa, pengaruhnya pesat terhadap penerus kita, kalau tidak kita bentengi dengan pemahaman agama yang kuat, maka mereka tidak bisa memfilter. Tujuannya kan dengan seperti ini, nanti mereka bisa membedakan dan memilah mana yang baik dan mana tidak baik, sehingga output akhir yang diharapkan adalah mereka bisa menjadi insan yang religius dan mandiri”, pungkasnya.(tb5)