BI Kalteng Dukung PD DMI Palangka Raya Dengan Menyediakan Channel Qris

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Magfur mengaku sangat bersyukur bisa mendukung Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palangka Raya dalam penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Manajemen Masjid. Hal tersebut dikatakannya di sela Kegiatan Pelatihan Manajemen Masjid, masjid ramah anak dan difabel se-Kota Palangka Raya, yang diadakan di Aula Rumah Jabatan Walikota Palangka Raya , Sabtu (12/11).

Magfur yang juga sekaligus sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dukungan yang di berikan dalam hal keuangan, yakni dalam penyediaan channel Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di masjid-masjid.

Dirinya menambahkan bahwa tujuan pengadaan Qris tersebut untuk memudahkan jema’ah dalam berinfak maupun bersedekah. Hal tersebut mengingat, dengan adanya Qris, jema’ah bisa berinfak meskipun sedang tidak membawa uang tunai.

“Alhamdulillah Bank Indonesia Kalteng bisa mendukung Dewan Masjid Indonesia Kota Palangka Raya untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Bank Indonesia Kalteng mendukung penuh terutama khususnya terkait dengan keuangan, dalam hal ini bagaimana menyediakan channel Qris di masing-masing masjid, sehingga jema’ah kita memberikan infak sedekahnya untuk masjid lebih mudah. karena dapat membuka kesempatan jema’ah yang mungkin tidak membawa uang tunai, mereka dapat melaksanakan pembayaran infak atau sedekah dengan menggunakan Qris”, ucapnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Magfur saat menyampaikan materi di kegiatan Pelatihan Manajemen Masjid

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan Qris juga mudah, jema’ah hanya perlu memiliki rekening atau dompet elektronik, dengan begitu jema’ah bisa berinfak. Hanya dengan Qris, namun bisa digunakan di berbagai aplikasi.

“Kalau untuk Qris ini, setiap orang yang punya rekening atau dompet elektronik, maka dia bisa melakukan pembayaran, dan Qris ini cuma satu tapi bisa digunakan banyak aplikasi. Jadi, kita tidak perlu seperti dulu lagi yang hanya sesama aplikasi yang sama baru bisa melakukan pembayaran, tapi dengan adanya Qris ini nanti bisa masing-masing jema’ah itu mau dari aplikasi berbeda pun ataupun dari perbankan, itu bisa melakukan pembayaran dan itu masuk ke rekening masjid”, tambahnya.

Magfur juga membeberkan proses bagi pengurus masjid yang ingin memiliki Qris, tahapannya cukup mudah, yaitu dengan menghubungi penyedia jasa perbankan yang saat ini dimiliki masjid tersebut.

“Untuk tahapannya, kalau bagi pengurus masjid, untuk bisa memiliki Qris bisa menghubungi penyedia jasanya, misalnya perbankan, yang sudah dimiliki rekeningnya, untuk dapat meminta kode Qris dari penyedia jasa itu”, bebernya.

Setelah mendapat kode Qris, lanjutnya, pengurus bisa menyebarkan Qris tersebut, misalnya ke kotak amal, ke media sosial, maupun berbentuk lembaran browser.

“Nah, setelah itu, pengurus bisa menempelkan itu di kotak amal atau kotak infak nya atau juga membagikannya ke jema’ah melalui media sosial. Dari situ kemudian jema’ah bisa melakukan pembayaran infak sedekahnya dengan melakukan scanning yang ada di kotak amal, atau juga melakukan pembayaran dari jarak jauh, artinya yang foto dari Qris yang sudah diberikan tadi, itu bisa di saring melalui media sosial dan orang bisa melakukan pembayaran Qris nya melalui upload gambar itu. Sekarang sebagian penyedia jasa sudah menyediakan fasilitas untuk melakukan pembayaran Qris melalui upload foto, tidak hanya foto di tempat atau scan si tempat”, katanya.

Disamping itu, Magfur menegaskan bahwa pihaknya juga mendorong infak tunai, namun ia menghimbau kepada pengurus masjid untuk menyediakan kotak amal dengan ukuran lebar yang cukup, hal tersebut bertujuan agar uang tidak dilipat saat ingin memasukkan ke kotak amal tersebut.

“Di sisi lain, kami juga tetap mendorong bagaimana infak sedekah tunai itu dapat dilakukan dengan baik, artinya kita mendorong masjid/musholla dalam menyediakan kotak infak itu dengan ukuran lebar yang cukup, sehingga uang tidak perlu di lipat, sehingga dapat mempertahankan kualitasnya dengan jangka waktu yang lebih lama”, ujarnya.

Terakhir, dirinya juga menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya juga memiliki program lain yang berkaitan dengan pesantren. Program tersebut yakni Pemberdayaan Ekonomi Pesantren. Untuk itu pihaknya berharap, dengan usaha yang dimiliki oleh pesantren tersebut,di harapkan ekonominya dapat mandiri.

“Kami juga punya program terkait dengan pesantren, terutama tentang pemberdayaan ekonomi pesantren, sehingga kita harapkan pesantren-pesantren yang sudah bekerjasama dengan Bank Indonesia dapat memiliki kemandirian ekonomi, dengan mereka mempunyai usaha sendiri yang bisa melayani santri-santrinya dan juga masyarakat di lingkungan pesantren”, pungkasnya.(tb5)