PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menggelar Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan Tahun 2022, bertempat di Swiss bell hotel Palangka Raya, Kamis (20/10). Raker yang bertemakan “Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kunci Sukses Pembangunan dan Pelayanan Publik” tersebut di buka secara langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng, H Edi Pratowo.
Dalam sambutannya, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh wali kota se-Kalimantan maupun perwakilan yang hadir pada kegiatan rapat kerja itu. Dirinya menambahkan raker ini juga dalam rangka memantapkan pelaksanaan otonomi daerah dengan melakukan evaluasi dan kajian mendalam. “Bahwa kegiatan ini adalah merupakan agenda penjabaran lebih lanjut giat rapat kerja Komwil V Apeksi Regional Kalimantan, Kegiatan ini sekaligus merupakan salah satu upaya untuk melakukan evaluasi dan kajian secara mendalam terhadap berbagai tantangan-tantangan ataupun isu-isu strategis yang berkembang terutama dalam rangka memantapkan pelaksanaan otonomi daerah”, ujarnya.
Ia menambahkan bahwasanya diperlukan SDM aparatur yang kompeten dalam mengembangkan berbagai keadaan, terutama dalam hal merespon aspirasi masyarakat. “Dalam menghadapi perubahan lingkungan dan arus teknologi pada saat ini, khususnya dalam rangka merespon ataupun mengantisipasi dalam berbagai persoalan ataupun solusi-solusi yang diinginkan oleh masyarakat maka diperlukan lah SDM aparatur sebagai ujung tombak dari segala pembangunan dan pelayanan maka diperlukan sumber daya manusia aparatur yang benar-benar kompetitif, memiliki kualitas dan berkompetensi”, tambahnya.
Dirinya juga menyebut SDM aparatur erat kaitannya dengan pembangunan dan pelayanan publik, untuk itu SDM aparatur menjadi komponen penting dalam mensukseskan hal tersebut. “Sehingga SDM aparatur merupakan salah satu komponen yang paling penting mensukseskan pembangunan ekonomi serta pelayanan publik, karena mempunyai keterkaitan dengan keberlangsungan kegiatan pembangunan beserta pelayanan publik, tingginya persaingan di berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat”, ucapnya.
Fairid menjelaskan bahwa pengembangan SDM harus dilandasi metode, seperti halnya sasaran waktu, proses dan pelaksanaannya. “Maka dari itu, dalam metode ataupun pengembangan sumber daya manusia pada dasarnya harus dilandasi pada metode-metode, yang mana kita tahu bahwa sudah ditetapkan sasaran waktu, proses dan metode pelaksanaannya”, jelasnya.
Dirinya menilai, untuk meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik maka diperlukan kajian dan strategi untuk meningkatkan SDM aparatur. “Dengan demikian, maka diperlukan kajian ataupun strategi-strategi khusus dalam peningkatan SDM aparatur yang diharapkan dapat meningkatkan tidak lain dan tidak bukan kualitas pembangunan dan pelayanan publik yang menjadi lebih nyata, yang menjadi daya tarik tersendiri untuk daerah dan juga untuk menghadapi tuntutan tuntutan-tuntutan perkembangan teknologi yang begitu pesat, terutama basis antara kota di wilayah Kalimantan”, katanya.
Fairid Naparin berharap melalui kolaborasi ini,bisa tercapainya suatu keberhasilan, salahnya mampu mengurangi kesenjangan daerah. “Sehingga, mudah-mudahan bisa tercapai keberhasilan melalui kolaborasi sinergi potensi antar daerah. Melalui strategi tersebut dapat dan diharapkan mengurangi kesenjangan daerah dalam peningkatan SDM aparatur, sehingga pembangunan dan pelayanan publik di Kalimantan secara bersama-sama dapat berkembang secara lebih maksimal”, pungkasnya. (tb5)