PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Peserta Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan Tahun 2022 melakukan penanaman pohon bersama di area lingkungan Taman Pasuk Kameloh Kota Palangka Raya, Rabu (19/10) kemarin.
Usai melakukan penanaman pohon, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan luasan 2.852 kilometer persegi, Kota Palangka Raya merupakan kota terluas di Indonesia. “Saya sedikit memberikan gambaran demografi yang ada di Kota Palangka Raya, kota ini adalah kota terluas se-Indonesia dengan luasan 2.852 kilometer persegi, dibagi menjadi 5 kecamatan dan 30 kelurahan”, ujarnya.

Fairid Naparin menambahkan, dengan luasan tersebut, saat ini Kota Cantik Palangka Raya memiliki penduduk sebanyak 320.000 jiwa penduduk. “Jadi cukup luas, tetapi yang mana jumlah penduduk hampir 70% hanya dikuasai oleh 2 kecamatan. Jumlah penduduk hingga saat ini sudah hampir 320.000 jiwa penduduk”, tambahnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa dengan tipologi perkotaan, perdesaan dan hutan, ia menilai Kota Cantik Palangka Raya ini merupakan kota yang cukup unik. “Kota Palangka Raya ini cukup unik, tipologinya perkotaan,perdesaan dan hutan”, jelasnya.
Untuk tujuan penamaan hari ini, Fairid Naparin menjelaskan bahwa maksud dan tujuan diadakannya kegiatan menanam hari ini adalah tidak lain untuk membuat Kota Cantik ini nantinya semakin rimbun, terkhusus yang saat ini di lakukan penanaman yaitu di area taman Pasuk Kameloh. Selain itu, juga bertujuan untuk membuat suasana di sekitar mesjid yang ada lebih nyaman. “Untuk maksud dan tujuan menanam pohon kita di sini, tentu saja selain untuk membuat rindang dan meneduhkan tetapi juga untuk membuat mesjid yang ada lebih adem lagi”, ucapnya.
Fairid juga menyampaikan bahwa setelah ini pihaknya akan bergeser ke arboretum untuk melihat orang utan. “Kemudian setelah ini, kita akan bergeser ke arboretum, dengan jarak sekitar 25 kilometer , yaitu tempat yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di mana di sana tempat penangkaran orang utan yang mana nanti akan di lakukan observasi dan akan di lepaskan lagi ke habitatnya”, terangnya.
Dirinya juga berharap ketika raker nantinya bisa menghasilkan rekomendasi yang baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sejahtera. “Dan mudah-mudahan nantinya (besok) kita akan melakukan raker bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bisa kita bawa ke pusat, sehingga benar-benar bisa menjadi rekomendasi yang bisa membantu kita di pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat kita”, pungkasnya.
Untuk diketahui, tema utama yang akan dibahas dalam Raker ini adalah sumber daya manusia atau SDM aparatur kunci sukses pembangunan dan pelayanan publik. Tema ini sejalan dengan perubahan lingkungan strategis yang dihadapi birokrasi saat ini. (tb5)