Tim Gabungan Kendalikan Api yang Tembus Sekat Bakar di Montallat Barito Utara

MUARA TEWEH, Tambunbungai.com – Tim gabungan kembali melakukan penanganan kebakaran hutan di kawasan observasi Yayasan Chanee Kalaweit, tepatnya di Jalan Hauling PT PAMA TOP KM 4, Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara. Api sempat melampaui sekat bakar selebar sekitar enam meter yang sebelumnya telah dibuat untuk membatasi perambatan kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Barito Utara, HM Ikhsan, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog), Rizali Hadi, mengatakan penanganan dilakukan setelah pihak Chanee Kalaweit melaporkan perkembangan api pada Minggu malam.

“Pada Minggu malam sekitar pukul 20.22 WIB, anggota BPBD menerima informasi dari pihak Chanee Kalaweit bahwa api telah menyebrangi sekat bakar yang dibuat. Setelah menerima laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju titik perambatan api,” ujar Rizali Hadi, Senin (14/9/2026) di Muara Teweh.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dengan menggelar sejumlah selang untuk menjangkau titik api. Upaya tersebut turut didukung pasokan air menggunakan mobil tangki air (water tank) milik PT PAMA TOP.

Menurut Rizali, proses penanganan berlangsung sekitar tiga jam 30 menit hingga api yang telah melewati sekat bakar berhasil dikendalikan.

“Api yang menyebrangi sekat bakar berhasil dikendalikan. Setelah berkoordinasi dengan pihak Chanee Kalaweit dan perusahaan, tim gabungan memutuskan penanganan dilanjutkan pada pagi hari,” jelasnya.

Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Barito Utara bersama pihak Chanee Kalaweit, termasuk personel ANUA, PT PAMA TOP melalui personel Emergency, PT Mitra Barito, serta masyarakat setempat.

Untuk mendukung operasi, sejumlah kendaraan dan sarana pemadam dikerahkan. Peralatan tersebut meliputi satu unit mobil Fire Jeep BPBD, satu unit mobil personel BPBD, dua unit mobil Triton ANUA, dua unit water tank PT PAMA TOP, satu unit water tank PT Mitra Barito, satu unit Triton PT Mitra Barito, satu unit mobil ERC PT PAMA TOP, serta dua unit sepeda motor milik ANUA.

BPBD Barito Utara juga menggunakan enam roll selang berukuran 1,5 inci, satu roll selang 2,5 inci, dua nozzle ukuran 1,5 inci, dan satu konektor berbentuk Y berukuran 2,5 inci ke 1,5 inci.

Kolaborasi antarpihak tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan api sekaligus mendukung pengendalian kebakaran di kawasan yang terdampak.

Rizali menjelaskan, kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran permukaan. Kondisi tanah mineral dengan lapisan serasah yang cukup tebal, ditambah tumpukan pepohonan, dedaunan, dan semak belukar di sekitar lokasi, menjadi faktor yang perlu diperhatikan selama pemadaman.

Cuaca berangin juga menjadi tantangan karena dapat memengaruhi arah dan perambatan api. Oleh sebab itu, petugas harus melakukan penanganan secara intensif sambil terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

“Cuaca di lokasi berangin sehingga penanganan harus dilakukan secara intensif dan tetap memperhatikan perkembangan api,” katanya.

Hingga laporan disampaikan, luas kawasan hutan yang terdampak belum dapat dipastikan karena penanganan kebakaran masih berlangsung.

BPBD Barito Utara bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi dalam upaya mengendalikan kebakaran dan mencegah perambatan api ke area lainnya.(Red)