Bupati Shalahuddin Siapkan Terobosan 2027, Targetkan RSUD Muara Teweh Naik Kelas B

MUARA TEWEH, Tambunbungai.com – Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk tahun 2027 dengan menitikberatkan pada peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kualitas layanan publik.

Memasuki satu tahun masa kepemimpinan bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, pemerintah daerah berupaya mendorong perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu target penting yang disiapkan adalah peningkatan kelas RSUD Muara Teweh dari kelas C menjadi kelas B dalam tiga tahun ke depan.

Shalahuddin mengatakan, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas pada kedua sektor tersebut harus disertai dengan pembenahan pelayanan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah.

“Oleh yang pasti kami ingin isu pendidikan, kesehatan, rumah sakit ini lebih maju dari sebelumnya. Target kami untuk rumah sakit Muara Teweh tiga tahun ke depan ini sudah meningkat kelasnya,” ujar Shalahuddin, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, RSUD Muara Teweh yang saat ini masih berstatus rumah sakit kelas C tengah dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan peningkatan menjadi kelas B. Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Barito Utara.

“Dari sekarang masih C, insya allah naik kelas B. Ini lagi kami persiapkan terus,” tegasnya.

Selain pelayanan kesehatan, Shalahuddin turut menyoroti pelaksanaan program pendidikan, termasuk program SIP Pintar yang telah menyalurkan ribuan paket bantuan kepada masyarakat.

Ia mengakui, dalam penyaluran bantuan dengan jumlah besar, kemungkinan ditemukan barang yang rusak atau tidak sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan segera melakukan pemeriksaan dan mengganti barang apabila ditemukan bantuan yang tidak layak.

“Saya sampaikan dengan Kadis Pendidikan, tolong segera di cek kemudian diganti. Jangan sampai ada masyarakat kita yang menerima yang tidak baik,” katanya.

Menurutnya, pengawasan kualitas harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pemerintah agar manfaat bantuan benar-benar diterima masyarakat sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Shalahuddin menegaskan, tanggung jawab menjaga kualitas tidak hanya berlaku bagi Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, tetapi juga seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya sampaikan tadi Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatan, dan semuanya harus menjaga kualitas. Kenapa? Karena kualitas pemerintahan itu menunjukkan martabat kita, integritas kita,” pungkasnya.

Ia berharap berbagai langkah yang tengah disiapkan menuju 2027 dapat memperkuat kinerja pemerintahan, meningkatkan mutu pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Barito Utara.(Red)