25 Pelaku UKM Barito Utara Dilatih Kembangkan Kerajinan Kulit dan Anyaman Rotan

MUARA TEWEH, Tambunbungai.com – Sebanyak 25 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UKM) di Kabupaten Barito Utara mengikuti Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan Tahun 2026 untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta daya saing produk kerajinan lokal.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Barito Utara tersebut dibuka Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, Rabu (9/9/2026).

Pelatihan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (10/9/2026), bertempat di Wisma Barakati Tepian Kolam, Jalan Rekreasi Remaja, Muara Teweh.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, Agus Siswadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas pelaku UKM, khususnya di bidang kerajinan berbasis potensi lokal.

Menurutnya, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memodifikasi serta mengembangkan produk kerajinan dengan memadukan anyaman rotan dan bahan kulit. Perpaduan tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih beragam, menarik, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Melalui pelatihan ini kita ingin meningkatkan keterampilan, wawasan, kreativitas dan inovasi para pelaku usaha dalam mengembangkan kerajinan berbahan dasar rotan dan kulit,” ungkap Agus Siswadi.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung oleh peserta, baik untuk meningkatkan kualitas usaha yang telah berjalan maupun membuka peluang usaha baru.

“Dengan adanya keterampilan ini, kita berharap peserta mampu menghasilkan produk yang berkualitas, menarik dan memiliki nilai jual. Pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pelaku usaha,” jelasnya.

Agus menilai inovasi menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha kerajinan agar produk lokal mampu mengikuti kebutuhan dan selera pasar.

Melalui kombinasi bahan kulit dan anyaman rotan, para pelaku UKM diharapkan dapat menciptakan berbagai produk, seperti tas, dompet, aksesori, dan bentuk kerajinan lainnya dengan desain yang lebih modern.

Pengembangan produk tersebut juga diharapkan memperluas peluang pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bahan baku lokal.

Untuk mendukung proses pembelajaran, kegiatan ini menghadirkan narasumber dan pengajar dari Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara serta praktisi atau pengrajin anyaman rotan dari Palangka Raya yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya.

Agus meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan aktif agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat dikembangkan dalam kegiatan usaha masing-masing.

“Peserta kami harapkan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif dan penuh semangat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh jangan berhenti di pelatihan, tetapi harus diterapkan dan dikembangkan dalam usaha masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga mendorong tumbuhnya kewirausahaan, membuka peluang kerja, dan membantu mengurangi pengangguran di Kabupaten Barito Utara.

“Kita ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi menjadi langkah nyata untuk melahirkan produk kerajinan lokal yang kreatif, inovatif, berkualitas dan memiliki nilai ekonomi,” pungkas Agus.

Melalui pelatihan lanjutan ini, Pemkab Barito Utara berharap pelaku UKM semakin mampu mengembangkan produk unggulan daerah yang kompetitif, sekaligus memperkuat peran sektor kerajinan dalam mendukung perekonomian masyarakat.(red)