DPRD Soroti Lonjakan Harga Minyak Goreng, Minta Masyarakat Kurangi Gorengan

Palangka Raya, Tambunbungai.com – DPRD Kota Palangka Raya, menilai pola konsumsi masyarakat turut memengaruhi lonjakan harga minyak goreng bersubsidi di pasaran. Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, HM. Khemal Nasery, mengatakan harga minyak goreng bersubsidi merek Minyakita saat ini telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. “Di lapangan, Minyakita dijual sekitar Rp17.000 per liter, sementara HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, minyak goreng merupakan produk industri yang diproduksi pihak swasta, sehingga fluktuasi harga sangat dipengaruhi mekanisme pasar, terutama keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan. “Jika permintaan tinggi sementara pasokan terbatas, harga pasti akan naik. Ini hukum supply and demand,” katanya.

Untuk itu, Khemal mengajak masyarakat mengubah pola konsumsi dengan mengurangi makanan yang diolah dengan cara digoreng, serta beralih ke pola makan yang lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan rebus atau olahan yang minim penggunaan minyak.

Ia menilai, langkah sederhana tersebut dapat membantu menekan permintaan minyak goreng di pasaran. “Jika penggunaan minyak dikurangi, satu liter yang biasanya habis dalam seminggu bisa bertahan lebih lama. Ini bisa menjadi salah satu solusi jangka pendek,” ucapnya. Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mengendalikan inflasi melalui berbagai program, seperti operasi pasar, pasar murah, dan pasar penyeimbang.

Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah. “Kami melihat langkah pemerintah kota sudah baik, tidak hanya fokus pada minyak goreng, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan gula,” ujarnya.(nis)