Palangka Raya, Tambunbungai.com – Suasana halaman Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah tampak berbeda pada Kamis (9/4/2026). Ribuan petugas berkumpul dan bersiap, menandai dimulainya Sensus Ekonomi 2026, sebuah agenda besar untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat hingga ke pelosok daerah. Sebanyak sekitar 2.000 petugas akan diterjunkan selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026. Mereka tidak sekadar bertugas sebagai pendata, tetapi juga mengemban peran penting sebagai “pejuang data” yang memastikan setiap informasi yang dikumpulkan akurat dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis sebagai dasar dalam perumusan kebijakan ekonomi ke depan. “Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai struktur dan perkembangan ekonomi. Data ini menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendataan akan dilakukan melalui dua metode, yakni wawancara langsung oleh petugas dari rumah ke rumah, serta pengisian secara daring khusus bagi usaha berskala besar. Untuk memudahkan identifikasi, para petugas akan dilengkapi dengan rompi dan tanda pengenal resmi.
BPS juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk bersikap terbuka dalam memberikan data. Pasalnya, informasi yang dihimpun akan diolah menjadi kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Adapun data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek, mulai dari identitas usaha, jumlah tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, hingga kondisi keuangan usaha. Meski demikian, proses pendataan tidak lepas dari tantangan. Durasi wawancara yang relatif panjang menjadi salah satu kendala yang memerlukan kesabaran, baik dari petugas maupun responden.
Dengan cakupan yang luas dan skala yang besar, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pengumpulan data, tetapi juga upaya memahami secara menyeluruh dinamika ekonomi masyarakat, guna mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran di Kalimantan Tengah.(red)

