Ambruknya Dermaga Jembatan Palambahen Pulang Pisau Diduga Akibat Dikerjakan Asal-asalan

Dermaga jembatan Palambahen, Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi penunjang Program Food Estate yang ambruk hari Minggu (22/1) lalu. (Photo/ist)

PULANG PISAU. Tambunbungai.com – Ambruknya dermaga jembatan yang menghubungkan Desa Pangkoh Hulu dan Desa Palambahen pada hari Minggu (22/1) lalu diduga akibat pekerjaannya dilakukan secara asal-asalan. Dari pantauan media ini, beberapa kejanggalan pada proyek yang menelan anggaran APBN hampir Rp 11,6 miliar tersebut, antara lain sebelum terjadinya insiden ambruk, siring beton sudah bermasalah terbukti dengan adanya seling pengikat pada siring tersebut.

Selain itu, pengerjaan cor titian dermaga tersebut hanya memakai Kawat Waremest ukuran 6 mili dan bagian lantai titian depan juga tidak menggunakan kerangka besi serta timbunan titian yang ambruk pun tidak ada pengunci atau Aboudment selayaknya pembangunan dermaga pada umumnya. Tambahan lagi, timbunan proyek tersebut menggunakan tanah liat yang diambil dari sekitar lokasi proyek, sehingga pengerjan proyek tersebut diduga asal-asalan dan dermaga yang berada di Desa Pangkoh Hulu sebelum dilakukan penimbunan titian, kondisi siring beton nya sudah patah.

Saat hal ini dikonfirmasikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Dermaga Jembatan Palabahen Pulang Pisau, J. Ambarita, mengatakan ambruknya dermaga jembatan tersebut karena terdapat pola longsoran dan kondisi pasang surut, sehingga ada tekanan yang mendorong tiang pancang jembatan hingga ambruk.

Kepada sejumlah awak media, J. Ambarita, menambahkan proyek pembangunan dermaga tersebut dalam pelaksaan nya sudah dikerjakan sesuai rencana. Namun demikian, pihaknya sampai saat ini masih menyelidiki penyebab utama ambruknya dermaga jembatan yang menghubungkan Desa Pangkoh Hulu dan Desa Palambahen, Kecamatan Pandih Batu tersebut.

Seperti diketahui Proyek Dermaga Jembatan Palambahen yang dibangun PT. Gelora Megah Sejahtera dan menjadi penunjang Program Food Estate di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, hari Minggu, 22 Januari sekitar pukul 16.00 Wib tiba-tiba ambruk ke dalam aliran sungai. Beruntung pada saat ambruk tidak ada pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut. (tb4)