Muara Teweh, Tambunbungai.com – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, memastikan ketersediaan cadangan pangan daerah dalam kondisi aman dan siap digunakan, dengan dukungan tujuh lumbung pangan yang tersebar di lima kecamatan. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang I Tahun 2026, Rabu (4/3/2026), saat menjawab lanjutan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.
Dalam penjelasannya, Bupati menegaskan bahwa pengadaan cadangan pangan mengutamakan produk petani lokal sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian daerah. “Dalam raperda ditegaskan bahwa pengadaan cadangan pangan diutamakan melalui pembelian produksi dalam negeri, termasuk dari daerah. Distributor luar hanya menjadi alternatif jika produksi daerah tidak mencukupi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komoditas cadangan pangan difokuskan pada bahan pokok yang menjadi konsumsi utama masyarakat, terutama beras, serta komoditas lain yang sesuai dengan potensi dan kearifan lokal. Terkait sarana penyimpanan, Bupati mengakui bahwa pemerintah daerah saat ini belum memiliki gedung khusus. Oleh karena itu, penyimpanan masih bekerja sama dengan Perum Bulog sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati juga menegaskan bahwa regulasi tersebut nantinya akan menjamin ketersediaan bantuan pangan bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. “Cadangan pangan tidak hanya tersedia sebagai stok, tetapi harus siap disalurkan secara cepat dan tepat sasaran saat terjadi bencana, krisis pangan, maupun kondisi darurat lainnya,” tegasnya.
Menanggapi masukan Fraksi PDI Perjuangan, Bupati menyampaikan apresiasi serta memastikan bahwa cadangan pangan daerah telah dirancang untuk mendukung mitigasi bencana. Ia menambahkan, penetapan jumlah cadangan pangan dilakukan berdasarkan jumlah penduduk, kebutuhan konsumsi per kapita, potensi kerawanan pangan, serta kemampuan produksi daerah. “Pendekatan ini memastikan cadangan pangan sesuai kondisi riil daerah, sekaligus menyerap hasil panen petani lokal dan memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga mendorong peran aktif masyarakat dalam pengelolaan cadangan pangan melalui pembentukan lumbung pangan di tingkat desa maupun kelompok masyarakat. Saat ini, Kabupaten Barito Utara telah memiliki tujuh lumbung pangan yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Montallat, Gunung Timang, Teweh Selatan, Teweh Tengah, dan Teweh Timur. “Dengan pengaturan ini, pemerintah tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga memberdayakan masyarakat sebagai subjek aktif dalam membangun cadangan pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.(red)

