Hadiri Rakorda TP Posyandu se-Kalimantan Tengah Tahun 2025, TP PKK Barut Terima Penghargaan Dan Apresiasi Atas Partisipasinya

Palangka Raya – Ketua TP Posyandu Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TP Posyandu se-Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangkaraya.

Dengan bertemakan “Penguatan Peran TP Posyandu dalam Mendukung Program Prioritas Huma Betang Menuju Kalteng Berkah, Maju dan Sejahtera” ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum, Hj. Sunarti.

Rakorda diikuti Ketua TP Posyandu se-Kalimantan Tengah, para pengurus Posyandu, kader kesehatan, serta perwakilan perangkat daerah terkait. Agenda ini bertujuan memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di seluruh wilayah provinsi.

Dalam laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Aryawan, menyampaikan bahwa Rakorda menghadirkan narasumber dari Tim Pembina Posyandu Pusat dan perangkat daerah pengampu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Total peserta mencapai 210 orang yang berasal dari kabupaten/kota se-Kalteng.

Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Asisten Administrasi Umum, Hj. Sunarti, menyampaikan bahwa Posyandu kini harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Posyandu bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal. Ini sejalan dengan visi-misi saya selaku Gubernur dalam membangun Kalimantan Tengah yang berkah, maju, sejahtera, dan bermartabat,” ujarnya.

Juga diintruksikannya, Bupati/Wali Kota serta jajaran Tim Pembina Posyandu hingga tingkat desa untuk mempercepat implementasi 6 SPM Posyandu.

Ketua TP Posyandu Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya penyamaan persepsi mengenai New Era Posyandu. Tahun 2025 disebut sebagai tahun pertama implementasi konsep tersebut, dengan fokus pada penguatan kelembagaan dan peningkatan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

“Sebagai bentuk implementasi, setiap kunjungan kerja kami sertai dengan bantuan alat tulis, alat kesehatan, APAR, bedah rumah, hingga bantuan sosial. Beberapa Posyandu telah menerapkan 6 SPM dan kami targetkan seluruhnya dapat mengikuti,” ungkapnya.(red)