FGD FKUB Kalteng Bahas Kerukunan Pasca Pilkada 2024, Dukung Kondusivitas Kamtibmas

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Siswadi, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP), Edi Juardi, menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Prov. Kalteng, bekerja sama dengan Polda Kalteng, bertempat di Aquarius Boutique Hotel, Palangka Raya. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (12/12/24).

Dengan tema “Merajut Persatuan dalam Mendukung Kondusifitas Kamtibmas Pasca Pelaksanaan Pemungutan Suara Pilkada Serentak Tahun 2024 di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.”

Ketua FKUB Prov. Kalteng, H. Bulkani, membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Bulkani mengungkapkan bahwa pelanggaran Pilkada 2024 di Kalteng relatif rendah, hanya dua kasus bernuansa SARA di Kabupaten Kapuas dan Barito Utara. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kematangan politik masyarakat Kalteng. Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara politik agama dan politisasi agama, yang harus dihindari untuk menjaga kerukunan.

“Tokoh agama, adat, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pasca-Pilkada,” ujar Bulkani.

Ia menekankan tiga langkah penting yang harus dilakukan oleh tokoh agama: penguatan moderasi beragama, pencegahan isu keagamaan yang bisa memicu konflik, dan dukungan terhadap pemerintah untuk memperkuat kerukunan umat beragama.

Sementara itu, Edi Juardi mewakili Diskominfosantik Prov. Kalteng menyampaikan pentingnya pengelolaan informasi di era digital. Dalam paparannya, Edi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak besar, baik positif maupun negatif, dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam kampanye Pilkada yang kini banyak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar kampanye dilakukan secara sehat, tanpa menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian.

“Untuk mewujudkan Pilkada yang damai, kita harus membangun literasi politik, mengedepankan kampanye sehat, dan menghindari politik identitas,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Diskominfosantik telah aktif menyebarluaskan informasi terkait Pilkada melalui berbagai platform, termasuk podcast, media sosial, dan iklan layanan masyarakat.

Agus Siswadi, Kepala Diskominfosantik, juga menyampaikan upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Kominfo untuk memerangi hoaks dan misinformasi. Melalui tiga lapis strategi—hulu, tengah, dan hilir—Kementerian Kominfo terus berupaya meningkatkan literasi digital, menghapus konten negatif, dan bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk menegakkan hukum terkait penyebaran hoaks.

“Sinergi dan kolaborasi antara semua pihak, termasuk KPU, Bawaslu, Pemerintah, masyarakat, media, dan aparat hukum, sangat penting untuk menjaga Pilkada yang damai dan berkualitas,” pungkas Agus.

Foto Bersama Usai Pembacaan Deklarasi Damai Pasca Pilkada Tahun 2024 oleh Seluruh Peserta (Photo/Istimewa)

Acara FGD ini diakhiri dengan penandatanganan dan pembacaan Deklarasi Damai Pasca Pilkada Serentak 2024 oleh seluruh peserta yang hadir, termasuk perwakilan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi di Kalteng, seperti Badan Kesbangpol, FKUB, Partai Politik, KNPI, Pemuda Pancasila, dan ormas lainnya.