PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Fenomena balapan liar masih menjadi masalah serius di Kalimantan Tengah, terutama di Kota Palangka Raya. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kegiatan ini juga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari balapan liar.
Jati Asmoro mengungkapkan bahwa sinergi antar pihak yang terlibat sangat diperlukan untuk menangani masalah ini.
“Edukasi kepada pemuda juga menjadi fokus, karena sebagian besar pelaku balapan liar adalah anak muda,” ujarnya, Sabtu (12/10/24).
Salah satu langkah konkret yang diambil oleh pemerintah setempat adalah peningkatan patroli rutin di lokasi-lokasi rawan balapan liar, khususnya pada malam hari dan akhir pekan. Selain itu, perhatian dan bimbingan dari lingkungan terdekat sangat diperlukan agar anak muda tidak terjerumus dalam kegiatan yang membahayakan keselamatan mereka.
Diketahui bahwa banyak pelaku balapan liar merupakan pelajar atau pemuda yang tidak memiliki alternatif kegiatan untuk menyalurkan minat mereka di bidang otomotif. Kurangnya fasilitas dan kegiatan positif di bidang ini menjadi faktor pendorong mereka untuk mencari jalur lain, termasuk memanfaatkan jalan umum untuk balapan liar.
Merespons hal ini, DPRD Kalimantan Tengah mendorong pemerintah daerah dan komunitas otomotif untuk lebih proaktif menyediakan ruang yang aman dan legal bagi pemuda.
“Jika ada lebih banyak kegiatan resmi dan positif, minat mereka bisa tersalurkan dengan baik tanpa harus melanggar hukum atau membahayakan nyawa,” tambahnya.(man)