PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Anggota DPRD Kota Palangka Raya Sri A Rintuh menyoroti kenaikan harga elpiji bersubsidi yang melambung tinggi di pasaran. Diketahui harga di tingkat pengecer dilaporkan mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per tabung, dimana jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah. Hal ini disampaikan nya usai menghadiri Orientasi Anggota DPRD Kabupaten/ Kota se Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kamis (17/10/24).
Tak hanya itu, diketahui bahwa masyarakat juga mengeluhkan keterbatasan stok di pangkalan resmi yang seharusnya menjadi tempat penjualan dengan harga yang terjangkau.
Sri A Rintuh berharap agar distribusi elpiji subsidi lebih transparan dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Menurutnya, pengawasan yang lebih ketat sangat diperlukan agar elpiji subsidi tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan yang merugikan masyarakat kecil.
Kenaikan harga elpiji tiga kilo gram ini sangat dirasakan oleh warga Palangka Raya, terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas bersubsidi ini untuk kebutuhan sehari-harinya.
Sri juga meminta pihak terkait untuk segera melakukan tindakan, mengingat pentingnya elpiji melon sebagai kebutuhan pokok bagi banyak warga. Pemerintah daerah bersama dengan pihak berwenang diingatkan untuk segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan kembali harga elpiji di tingkat pangkalan, demi memastikan distribusi gas bersubsidi berjalan lancar tanpa hambatan.(nis)

