Palangka Raya, Tambunbungai.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp5,4 triliun tidak menjadi penghalang dalam menjalankan serta meningkatkan program pendidikan di daerah. Justru, anggaran tersebut dioptimalkan untuk memperkuat sektor pendidikan demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, hingga pemberian bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu. Pemerintah juga terus mendorong pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok Kalimantan Tengah. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikompromikan. Meskipun ada efisiensi anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran kepada awak media usai pertemuan dengan OKP dan mahasiswa, Minggu (29/3/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan. “Meski APBD tahun 2026 turun menjadi Rp5,4 triliun dari sebelumnya Rp10,2 triliun, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah,” tambahnya.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran. Melalui berbagai program yang dijalankan, seperti beasiswa bagi mahasiswa dan kebijakan sekolah gratis yang menjadi bagian dari Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), pemerintah berharap kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah semakin meningkat dan mampu mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.(red)

