Palangka Raya, Tambunbungai.com – Suasana Ibadah Rutin ASN Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Gereja Sakatik, Jumat (27/3/2026), terasa berbeda dari biasanya. Momen tersebut menjadi perpisahan penuh makna bagi Leonard S. Ampung yang resmi menutup masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara setelah 35 tahun berkarier. Perjalanan Leonard bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang ketekunan dan konsistensi dalam pengabdian. Ia memulai karier dari posisi staf di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kotawaringin Barat, sebelum kemudian menapaki berbagai jabatan strategis di pemerintahan.
Dalam pidato perpisahannya, Leonard tidak menampilkan dirinya sebagai sosok yang ingin dikenang karena jabatan, melainkan sebagai abdi negara yang penuh refleksi. “Mohon maaf jika selama bertugas ada tindakan yang tidak semestinya, baik yang disengaja maupun tidak,” ucapnya dengan haru, didampingi sang istri.
Sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Ketua Kerohanian Kristen ASN, ia menegaskan bahwa birokrasi tidak hanya soal administrasi, tetapi juga keteguhan sikap dan mental. Ia turut meninggalkan pesan yang menjadi inti perjalanan kariernya. “ASN jangan pernah lari dari masalah, karena itu adalah proses,” katanya. Pesan tersebut mencerminkan pengalaman panjangnya menghadapi dinamika birokrasi, mulai dari tantangan pembangunan hingga tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.
Sepanjang kariernya, Leonard pernah mengemban berbagai jabatan, antara lain Kepala Dinas PU Kabupaten Lamandau, Kepala Dinas PU Provinsi Kalteng, Kepala Dinas Perkimtan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, hingga Penjabat Bupati Seruyan serta Penjabat Sekda Barito Timur.
Latar belakangnya sebagai lulusan Teknik Sipil Universitas Lambung Mangkurat membentuk pola pikir yang sistematis dan solutif. Namun lebih dari itu, perjalanan panjangnya menunjukkan bahwa pengabdian membutuhkan integritas, ketahanan mental, dan kesediaan untuk terus belajar.
Per 1 April 2026, Leonard resmi pensiun sebagai ASN. Meski demikian, nilai-nilai pengabdian yang ia tinggalkan menjadi jejak yang tetap hidup dalam birokrasi. Di tengah dinamika pemerintahan yang terus berubah, kisah Leonard S. Ampung menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak selalu terlihat, tetapi konsisten memberi dampak.(red)

