Berkah Ramadan: Gubernur Kalteng Guyur Pasar Murah, Paket Sembako Hanya Rp10 Ribu untuk Ojol dan Pasukan Kuning

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah bulan suci Ramadan melalui penyaluran Pasar Murah yang menyasar kelompok pekerja sektor informal. Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, secara resmi membuka kegiatan tebus murah paket sembako yang dikhususkan bagi para pengemudi ojek online (ojol) hingga petugas kebersihan atau pasukan kuning di Palangka Raya, Rabu (18/3/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk meringankan beban ekonomi para pejuang lapangan yang terdampak langsung oleh fluktuasi harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

​Dalam skema bantuan kali ini, masyarakat penerima manfaat diberikan keistimewaan luar biasa dengan cukup menebus paket sembako premium seharga Rp10.000 per paket. Padahal, nilai asli paket tersebut, yang berisi komoditas vital seperti beras kualitas premium, minyak goreng, dan gula pasir, mencapai kisaran Rp150.000. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan subsidi besar-besaran mencapai hampir 90 persen untuk memastikan kebutuhan pokok keluarga para pekerja lapangan tetap terpenuhi dengan layak tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga pasar yang biasanya melonjak tajam mendekati lebaran.

​Gubernur Sugianto Sabran menegaskan bahwa pemilihan ojol dan petugas kebersihan sebagai sasaran utama didasarkan pada peran vital mereka dalam menggerakkan roda pelayanan dan menjaga kebersihan kota setiap harinya. Selain sebagai aksi sosial, program ini merupakan bagian dari instruksi makro Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan laju inflasi di Bumi Tambun Bungai dengan cara mengguyur stok pangan murah secara langsung ke tangan masyarakat. Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan seluruh lapisan warga dapat menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita tanpa kekhawatiran akan tingginya harga kebutuhan dapur.

​Antusiasme tinggi terlihat di lokasi kegiatan, di mana para pengemudi ojol dan petugas kebersihan mengaku sangat terbantu dengan adanya program tebus murah sepuluh ribu rupiah ini. Bagi mereka, penghematan yang didapat dari subsidi pemerintah ini dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya, seperti keperluan pendidikan anak maupun persiapan lebaran bagi keluarga di rumah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pun berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pasar murah ini secara bertahap ke seluruh kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah guna memastikan pemerataan kesejahteraan dan stabilitas pasokan pangan tetap terkendali hingga Idulfitri mendatang.(tb)