Muara Teweh – Musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera beberapa waktu lalu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat di daerah tersebut. Menyikapi kondisi itu, Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, bergerak cepat dengan menginisiasi dan memimpin langsung aksi penggalangan bantuan bagi para korban bencana.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga memutuskan untuk menunda sejumlah kegiatan hiburan serta acara seremonial yang bersifat perayaan. Langkah ini diambil sebagai wujud solidaritas terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara, Rayadi, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama hidup dalam masyarakat Kalimantan.
Menurutnya, filosofi Huma Betang mengajarkan semangat kebersamaan dan empati, di mana penderitaan yang dialami satu pihak dirasakan bersama oleh yang lain. Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan prinsip Pancasila yang menempatkan kemanusiaan dan gotong royong sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Huma Betang mengajarkan bahwa ketika satu saudara tertimpa kesulitan, maka yang lain turut merasakannya. Ini sejalan dengan nilai Pancasila yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan semangat gotong royong,” ujar Rayadi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Barito Utara untuk berpartisipasi dalam aksi solidaritas tersebut. Menurutnya, dukungan dalam bentuk apa pun akan sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Kita semua diharapkan dapat mengambil peran. Bantuan sekecil apa pun akan memberikan arti besar bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” pungkasnya.

