Muara Teweh, tambunbungai.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang terjadi selama beberapa hari terakhir di Kabupaten Barito Utara menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut diperparah dengan harga jual BBM di tingkat eceran yang melonjak tajam, bahkan dilaporkan mencapai sekitar Rp30.000 per liter.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengambil langkah untuk menekan gejolak harga dan memastikan ketersediaan BBM. Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menerbitkan dua surat edaran sebagai upaya pengendalian distribusi dan harga BBM di wilayah setempat.
Dua surat edaran tersebut masing-masing ditujukan kepada pengelola SPBU dan para pengecer BBM. Surat edaran untuk SPBU berfokus pada pengendalian distribusi agar penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan, sementara surat edaran bagi pengecer menekankan pengendalian harga agar tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Pemerintah daerah mengimbau seluruh pihak terkait, baik pengelola SPBU maupun pengecer, untuk mematuhi ketentuan yang tertuang dalam surat edaran tersebut demi menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM.
Selain itu, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam pengawasan. Warga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan praktik penjualan BBM di atas HET atau adanya indikasi penyimpangan distribusi.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menormalkan ketersediaan BBM serta melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang tidak wajar di Kabupaten Barito Utara.(red)

