Palangka Raya, tambunbungai.com — Barito Utara kini menempati posisi ke-9 tertinggi soal angka kemiskinan di Kalimantan Tengah (Kalteng), berdasarkan data terbaru dari BPS Kalteng yang dipaparkan dalam forum penanggulangan kemiskinan.
Pemaparan disampaikan oleh Felix Sonadie Y. Tingan selaku Wakil Bupati Barito Utara, pada acara Rakor Penanggulangan Kemiskinan 2025 yang berlangsung di Aula Kantor Bapperida Kalteng, Palangka Raya, Kamis (20/11/2025).
Dari data BPS, tercatat sebanyak 7.440 jiwa penduduk Barito Utara hidup di bawah garis kemiskinan — atau sekitar 5,52% dari total penduduk.
Menurut pemaparan Wabup, sejumlah faktor turut memengaruhi kondisi tersebut: pertumbuhan ekonomi daerah yang melambat — turun dari 2,92% di Triwulan I menjadi 2,48% di Triwulan II 2025; naiknya garis kemiskinan dari Rp 590.832 (2024) menjadi Rp 628.429 (2025) akibat inflasi; serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berada di angka 4,71% pada 2024.
Menanggapi data ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara — melalui Rencana Awal RPJMD 2025–2029 — menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 4,6% pada tahun 2030.
Beberapa langkah prioritas yang disiapkan antara lain: operasi pasar murah, penyaluran bantuan sosial (seperti PKH, BPNT, JKN-PBI, BLT Dana Desa), peningkatan pendapatan masyarakat lewat penguatan sektor pertanian dan UMKM, serta perbaikan sarana dasar seperti infrastruktur jalan, sanitasi, layanan kesehatan, dan pendidikan.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya penyusunan Rencana Program/Kegiatan Daerah (RPKD) yang selaras dengan program provinsi agar upaya pengentasan kemiskinan bisa lebih efektif dan tepat sasaran.(red)

