PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Setelah melalui tahapan seleksi penulisan makalah pada Kamis, 14 November 2024, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Tengah kembali melanjutkan rangkaian Seleksi Terbuka (SELTER) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2024. Kali ini, seleksi memasuki tahap wawancara yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, pada Jumat (15/11/24).
Sebanyak 23 peserta hadir dalam seleksi wawancara, sementara satu peserta tidak dapat mengikuti acara tersebut. Kegiatan ini dipimpin oleh H. Bulkani, Ketua Panitia Seleksi, didampingi oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Katma F. Dirun, dan Ibnu Elmi As. Pelu. Beberapa anggota panitia seleksi lainnya, Ahmad Dakhoir dan Brigjen Pol Rustam Mansur, turut mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting.
Dalam wawancara ini, para peserta diberi kesempatan untuk memaparkan materi yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang memungkinkan panelis untuk menggali lebih dalam kemampuan dan visi para peserta dalam mengemban tugas sebagai pejabat di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Ibnu Elmi As. Pelu, salah satu anggota panitia, menyampaikan bahwa seleksi ini tidak hanya untuk menguji kemampuan peserta dalam memimpin, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap peserta memiliki wawasan yang mendalam mengenai tantangan yang dihadapi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala BKD Provinsi Kalimantan Tengah, Lisda Arryana, menegaskan pentingnya tahapan seleksi ini. Menurutnya, proses SELTER JPT Pratama merupakan salah satu upaya untuk memastikan hanya pejabat yang benar-benar kompeten yang terpilih.
“Proses seleksi ini bertujuan untuk memilih pejabat yang memiliki kemampuan memadai dalam memimpin serta mendukung pencapaian visi misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Lisda juga menambahkan bahwa seleksi ini dilaksanakan secara terbuka, memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi pegawai atau pejabat administrator yang memenuhi kualifikasi untuk ikut berpartisipasi.
“Dengan asas keterbukaan dan sportivitas, kami berharap proses ini dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan mampu mengimplementasikan program-program yang akan mendorong kemajuan daerah,” tutup Lisda.(man)

