BUNTOK. Tambunbungai.com — Pentingnya Pendidikan Karakter Terkhusus untuk seluruh peserta didik adalah harapan masa depan bangsa. Di sekolah, masing-masing akan belajar nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, dan empati. Nilai-nilai ini akan menjadi panduan kalian dalam menghadapi tantangan di masa depan.
‘’Saya pribadi mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan komitmen selama dalam mendidik anak-anak kita. Peran anda sangatlah penting dalam membentuk karakter dan masa depan mereka. Teruslah menginspirasi dan memberikan teladan yang baik bagi anak-anak kita,” kata Plt Kadisdik Barito Selatan Syahdani pada kegiatan Pelepasan dan Pentas Seni SD Karakter Bina Nusantara, TK Bina Nusantara dan PAUD di Aula Jaro Pirarahan, Kamis (13/6/24) Pagi.
Syahdani mengatakan, Sekolah karakter adalah sebuah langkah maju dalam dunia pendidikan saat ini, diharuskan hanya fokus pada pencapaian Akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter anak-anak sejak dini. Maka dari itu pentingnya pendidikan karakter yang merupakan fondasi kokoh untuk membangun generasi penerus yang berintegritas, beretika, dan berakhlak mulia.
“Peran orang tua mendukung pendidikan anak-anak di rumah sangatlah penting. Maka dari itu Syahdani berpesan supaya peran serta orang tua dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa nilai-nilai karakter yang diajarkan di sekolah juga diterapkan di rumah. Dengan kerjasama yang baik antara sekolah dan keluarga, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan karakter anak-anak didik di Kabupaten Barsel,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu juga, Kabid ketenagaan Disdik Barito Selatan Isnah Cholisoh yang juga ketua yayasan Bina Insan Nusantara juga turut menyampaikan pesan dari Bunda PAUD Kabupaten Barsel, Erna Ardiani Palupi Deddy Winarwan yang mengatakan, Merdeka Belajar episode ke-24 ini, ditekankan adanya tiga perubahan, yang pertama adalah menghilangkan tes Calistung dalam PPDB SD. “Perubahan yang kedua adalah menerapkan masa pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama. Sedangkan perubahan ketiga, satuan pendidikan menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak,” kata isna.
Ditambahkannya, adapun enam kemampuan fondasi itu yaitu mengenal nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi, kematangan emosi untuk kegiatan di lingkungan belajar, kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar seperti kepemilikan dasar literasi dan numerasi, pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri, dan pemaknaan terhadap belajar yang positif.
“Untuk dapat terwujudnya itu, Kemendikbudristek menjalin kolaborasi dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM) dan Bunda PAUD se-Indonesia untuk mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Dukungan ini ditandai dengan pernyataan komitmen bersama yang dilakukan di Jakarta. Komitmen Bersama Bunda PAUD mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dibacakan oleh Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Utara, Bunda PAUD Kabupaten Sabang, dan Bunda PAUD Kabupaten Biak Papua supaya anak-anak harus dibina secara holistik,” pungkasnya.(rul)