Plt. Kadisdik Prov. Kalteng : Indikator Pendidikan Bermutu Adalah Pendidikan Yang Memperhatikan Kesehatan

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mengatakan, salah satu indikator pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang memperhatikan kesehatan lingkungan sekolahnya. ‘’Oleh karena itu, sebagai upaya pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Prov. Kalteng selayu berupaya meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenjang dan jenis pendidikan melalui Sosialisasi Gerakan Sekolah Sehat,’’ tandas M. Reza Prabowo melalui Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Prov. Kalteng Safrudin, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya saat membuka kegiatan Gerakan Sekolah Sehat Dalam Mitigasi Stunting Tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Neo Palangka Raya, Rabu (6/3/2024) malam.

Plt. Sekdis Safrudin mewakili Plt.Kadisdik Prov. Kalteng saat menyematkan tanda peserta. (Photo/rin)

Dalam sambutan tertulis Plt. Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kalteng yang dibacakan Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Safrudin menyampaikan bahwa, pada pasal 31 ayat 1 secara jelas setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, yang artinya setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang bermutu.

Dijelaskan Safrudin, Gerakan Sekolah Sehat bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang harmonis.

Peserta Sosialisasi Gerakan Sekolah Sehat Mitigasi Stunting Tahun 2024. (Photo/rin)

‘’Melalui Gerakan Sekolah Sehat yang menjadi terobosan baru ini nantinya diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan dan pencapaian sekolah sehat, terutama dalam hal pencapaian kesehatan peserta didik, sehingga mampu mewujudkan program revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui sekolah sehat yang berfocus pada lima hal yaitu sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa dan sehat lingkungan,’’ pungkas Safrudin.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Gerakan Sekolah Sehat Dalam Mitigasi Stunting Apip Purnomo, SE dalam laporannya menyebutkan, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yang pesertanya berjumlah 120 orang terdiri dari Guru Pembina UKS, Siswa Aktifis OSIS dan PMR yang merupakan perwakilan dari 60 Sekolah SMA se Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini menghadirkan nara sumber Konsultan GSS Pusat Dit.SMP Kemendikbudristek Didik Tri Yuswanto, nara sumber dari BPMP Prov. Kalteng Aty Muyassaroh, S.Si, M.Ed dan nara sumber dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Prov. Kalteng (rin)