PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Ted Apry Mahendra meminta agar Pemerintah Kota Palangka Raya dapat menyikapi serius kemungkinan melonjaknya inflasi pada bulan Maret 2024. Meningkatnya inflasi ini antara lain akibat adanya pergeseran waktu panen komoditas tanaman pangan sebagai dampak dari El Nino yang berkepanjangan,’’ ungkap Ted Apry Mahendra, Selasa (5/3/24) kepada sejumlah wartawan.
Ted juga meminta agar Pemkot Palangka Raya mengantisipasi potensi terjadinya La Nina pada pertengahan tahun 2024, selain itu tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang naik 10 persen mulai Januari 2024.
Tekanan inflasi juga dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya keterbatasan pasokan sejumlah komoditas holtikultura karena belum memasuki masa panen, potensi menurunnya hasil tangkap perikanan karena curah hujan tinggi dan peningkatan permintaan pada periode Ramadhan dan Idulfitri. “Potensi terjadinya La Nina pada pertengahan tahun 2024-lah yang menjadi penyebab naiknya tarif CHT sebesar 10 persen sejak Januari 2024,” ujar Ted Apry.
Legislator dari PDIP ini mengatakan ada beberapa faktor sebagai penahan inflasi, yaitu adanya pengendalian inflasi oleh Pemerintah Daerah dan penanganan perubahan cuaca ekstrem oleh Dinas terkait. Selain itu diperkirakan akan berlangsungnya panen beras pada bulan Maret 2024 serta penurunan harga BBM non subsidi per 1 Januari 2024. Sementara prakiraan alokasi subsidi BBM tahun 2024 meningkat 10 persen.
“Dengan adanya beberapa faktor penahan inflasi ini, diharapkan tekanan inflasi dapat dikendalikan, serta upaya antisipasi lainnya yang dilakukan oleh Pemerintah setempat,” ujarnya.(YZ)