Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Kapuas Adakan Pojok Baca Digital dan Lantik Bunda Literasi

KUALA KAPUAS. Tambunbungai.com — Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar kegiatan Pencanangan Korespondensi Bebas Kertas, Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip dan Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan Se-kabupaten Kapuas, berlangsung di rumah jabatan Bupati Kapuas, Senin (22/1/2024).

Seusai kegiatan, kepada awak media Kepala dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat mengatakan bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya melaksanakan tiga kegiatan, Pencanangan Korespondensi Bebas Kertas, Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip dan Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan Se-kabupaten Kapuas.

“Jadi hari ini dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas melaksanakan tiga kegiatan, yang pertama adalah kegiatan Pencanangan Korespondensi Bebas Kertas, ini merupakan aplikasi Srikandi, dimana nantinya kepala SOPD tidak lagi tanda tangan biasa, tetapi langsung digital. Kemudian tanda tangan digital itu sudah dibubuhkan langsung di surat menyurat dan langsung terkirim kepada tujuan,” katanya.

Kepala dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Photo/razikin)

Ia menambahkan, dengan adanya Pencanangan Korespondensi Bebas Kertas, ke depannya surat-menyurat yang bisa dilakukan secara digital atau menggunakan sistem elektronik, maka akan diterapkan secara digital sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas.

“Yang paling penting sebetulnya adalah bagaimana menyimpan arsip nya, sehingga dengan seperti itu terjadi perubahan mendasar dalam Korespondensi di kabupaten Kapuas, nantinya tidak ada lagi pakai kertas, tidak ada lagi yang mengirim ke kantor-kantor, tetapi langsung masuk kepada email kepala SOPD masing-masing,” tambahnya.

Untuk kearsipan, penggunaan teknologi dengan memanfaatkan digitalisasi juga akan dilakukan guna meminimalisir tumpukan-tumpukan arsip yang memakan ruang dan juga tentunya mengakibatkan penggunaan kertas yang berlebih. Untuk itu, kedepannya akan diarsipkan secara elektronik dengan menggunakan file.

“Kemudian yang kedua adalah mengenai Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip, dimana kalau kita liat di SOPD banyak sekali menumpuk arsip-arsip, kami akan lakukan upaya untuk menertibkan arsip yang sudah sampai masa retensi nya, masa dimana arsip itu sudah tidak dimanfaatkan lagi, lalu akan dimusnahkan, pada saat pemusnahan itu akan kami buat berita acara, kemudian dimusnahkan, setelah itu arsip-arsip yang penting kami alih media dulu dalam bentuk pdf, dimasukkan di file, setelah itu baru dimusnahkan,” ucapnya.

Dikukuhkannya para bunda literasi juga diharapkan dapat meningkatkan minat baca di lingkungannya masing-masing mulai dari dengan tingkat kecamatan hingga lingkup rumah tangga. “Kemudian yang ketiga adalah pengukuhan bunda literasi, dimana kami memanfaatkan para istri camat menjadi bunda literasi agar budaya baca, gemar membaca, kemudian manfaat dari literasi itu sendiri bisa dirasakan hingga ke tingkat paling bawah. Dimana dari kecamatan, desa, kelurahan, sampai ke tingkat kelurga itu ada perpustakaan yang di kelola ataupun di bangun oleh bunda literasi di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Untuk mendukung itu, pihaknya juga mengadakan Pojok Baca Digital, dimana hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat Kabupaten Kapuas, baik anak-anak, pelajar dan siswa bahkan kalangan umum. “Untuk Pojok Baca Digital di kabupaten Kapuas ini merupakan sarana yang baru kami peroleh dari perpustakaan nasional, diperolehnya itu karena kami sudah mengakreditasi B untuk perpustakaan kabupaten Kapuas, dari beberapa peralatan yang sudah kami terima, kami akan tempatkan di beberapa tempat dengan cara berpindah-pindah tempat,” pungkasnya.(kin)