PURUK CAHU. Tambunbungai.com — Asisten III Setda Murung Raya Batara mewakili Pj. Bupati Murung Raya membuka secara resmi kegiatan Audit Kasus Stunting Semester II, bertempat di Aula Cahai Ondhui Tingang, Senin (11/12/23).
Kegiatan tersebut digelar Pemkab Murung Raya melalui melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A DALDUKKB) Kabupaten Murung Raya.
Asisten III Setda Murung Raya Batarasaat membacakan sambutan Pj. Bupati Murung Raya Hermon mengharapkan agar semua pihak terkait harus bergerak searah secara konvergen dengan tujuan yang sama menuntaskan permasalahan yang menimbulkan resiko stunting, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.
Dikatakan Batara, pada Audit Kasus Stunting Semester I beberapa waktu lalu diketahui bahwa ditemukan sebagian besar anak yang di audit mengalami kekurangan nutrisi yang disebabkan bukan hanya karena terbatasnya ekonomi keluarga, tetapi lebih kearah kurangnya pengetahuan orang tua dalam pola asuh dan pemberian nutrisi yang tepat.
“Diperlukan intervensi gizi protein hewani 2-3 butir telur/hari/anak dan susu PKMK (Pangan olahan untuk Keperluan Medis Khusus) bagi anak yang sudah terdata stunting, yang diiringi dengan pemantauan pertumbuhan setiap 2 minggu sekali, jika dalam 2 minggu kenaikan berat badan tidak sesuai standar maka harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan agar dapat dideteksi penyebabnya,” ucap batara.
Sedangkan dalam kasus pencapaian ASI Ekslusif di Kabupaten Murung Raya yang dimana masih dibawah 50%, Asisten III Setda Batara mengatakan bahwa Sosialisasi tentang ASI ekslusif dan makanan pendamping ASI pun harus dilaksanakan lebih gencar dam masif.
Batara berharap kedepan pada pelaksanaan Audit Stunting semester II ini agar dapat menggali lebih dalam tentang resiko terjadinya stunting. ‘’Tim Pakar juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih tajam agar menghasilkan tindak lanjut yang sesuai kebutuhan,’’ pungkasnya.(ros)