Pemanfaatan SDA Non Kayu Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Jangan Sampai Merusak Ekosistemnya

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf mengungkapkan, demi mendukung keberlangsungan ekosistem dan kebutuhan masyarakat yang seimbang, diperlukan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang bijak agar terciptanya keselarasan. “Keseimbangan harus kita jaga, kalau kita tidak memanfaatkan hasil hutan juga tidak efektif, atau sebaliknya kita tidak mendukung perekonomian masyarakat tentunya juga bukan solusi. Untuk itu, kita cari alternatifnya dengan memanfaatkan hasil hutan, berupa non kayu agar ekosistemnya tetap terjaga,” ungkapnya, Jum’at (24/11/23).

Wahid mengatakan, memanfaatkan SDA tidak harus mengeksploitasinya, karena hal tersebut bisa merusak ekosistem yang ada. Agar ekonomi masyarakat tetap berjalan dan ekosistem SDA tidak terganggu, maka diperlukan pemanfaatan yang tepat dan benar. “Pemanfaatan yang tepat harus di lakukan agar ekosistem SDA kita tidak rusak, namun perekonomian masyarakat juga tetap berjalan. Adapun hal yang dilakukan bisa dengan cara mengambil hasil hutan non kayu seperti buah-buahan, getah, madu, rotan, minyak kayu putih, damar, sagu, sutera, dan lain sebagainya,” katanya.

Menurut Wahid, pemanfaatan sumberdaya alam dan sumber-sumber energi fosil yang tidak berdasarkan etika lingkungan akan menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti peningkatan emisi karbon, lahan kritis, banjir, peningkatan laju sedimentasi dan perubahan musim dan iklim.

“Jangan sampai dari pemanfaatan SDA yang tidak bijak dapat menimbulkan kerugian, seperti bencana yang kerap terjadi, contohnya banjir, dan lahan kita juga nantinya akan kritis, serta masih banyak dampak buruk lainnya yang ditimbulkan dengan cara yang tidak tepat,” pungkasnya.(kin)