PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Kepala UPT BTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Hana Pertiwi membuka secara resmi kegiatan Pengelolaan Data Backbone Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, yang berlangsung di M.Bahalap Hotel Palangka Raya, Selasa (14/11/23). Kegiatan ini dihadiri Kepala UPT Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, Para Pejabat Struktural, Fungsional dan Pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah serta menghadirkan Narasumber Pusat dari BLPT Kemendikbudristek dan Narasumber Provinsi dari BPMP Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam sambutan tertulis Plt. Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kalteng Eka Aprila yang dibacakan Kepala UPT BTIKP Dinas Pendidikan Prov. Kalteng Hana Pertiwi mengatakan, untuk menyusun proyeksi pendidikan, variabel paling penting yang perlu disiapkan adalah data nonpendidikan dan data pendidikan. Data nonpendidikan adalah data penduduk usia masuk sekolah dan usia sekolah, termasuk proyeksi atau perkiraan data di tahun-tahun yang akan diproyeksikan. Data pendidikan tidak hanya pada suatu saat yang diperlukan, melainkan juga data tahun-tahun sebelumnya dan data proyeksi atau perkiraan data di tahun-tahun mendatang.
‘’Pengelolaan Data Pendidikan yang bersifat Relational dan Longitudinal, sehingga program-program pembangunan pendidikan dapat terarah dan akan mempermundah dalam menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan pendidikan dalam rangka peningkatan Mutu Pendidikan yang Merata dan Tepat Sasaran. Acuan pembangunan pendidikan nasional adalah terpenuhinya SPM dan SNP dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan,’’ urai Hana Pertiwi.

‘’Data Backbone dapat membantu pengguna diantaranya siswa, guru/dosen, dan orang tua untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat. Data Backbone akan menjadi data pusat dimana semua data ada didalamnya, dan membantu pimpinan dari lembaga pendidikan/satuan pendidikan sebagai dasar untuk menganalisis permasalahan yang ada berdasarkan data untuk pengambilan keputusan ataupun kebijakan. Orang tua wali akan mengetahui dengan cepat dan tepat informasi yang ada didalam lembaga pendidikan,’’ imbuhnya.
Ditambahkan Hana Pertiwi, dalam proses pembelajaran dan kegiatan yang ada didalam lembaga pendidikan tersimpan semuanya dengan baik , tanpa harus mencari dengan susah payah dengan waktu yang relatif lama. Hasil pembelajaran yang diperoleh siswa, sampai dengan prestasi setiap siswa akan tersimpan dengan baik tentunya akan membantu lembaga pendidikan, orang tua dan lulusan mudah dalam mencari data yang ada pada setiap siswanya dengan baik, dan akan memberikan informasi yang akurat kapanpun dan dimanapun tidak terbatas dengan waktu dan jarak.
‘’Untuk itu kepada seluruh peserta saya mengharapkan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai titik balik kemajuan dunia pendidikan dalam menyediakan data backbone untuk mengembangkan kreatifitas dan produktifitas pembelajaran. Dengan harapan para guru dapat merancang/mendesain, mengembangkan dan mengimplementasikan serta mengevaluasinya di tempat tugas masing-masing, sehingga setiap sekolah mampu menjadi satuan pendidikan yang berkualitas,’’ pungkas Hana Pertiwi.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana kegiatan ini Hj. Apni Ranti, S.Pd, M.Hum dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini antara lain untuk meningkatkan pemahaman Operator Sekolah tentang pentingnya Data yang dikelola dan dikerjakan terhadap perkembangan dan kemajuan satuan pendidikan (sekolah). Selain itu bertujuan untuk Sinkron Data Pendidikan dari satuan pendidikan sebagai dasar penilaian dan pengambil kebijakan baik pembangunan, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana serta dana BOS di setiap satuan pendidikan serta sinergitas dan kesepahaman dalam pelaksanaan pengelolaan data pada satuan pendidikan yang akan membentuk Data Besar (Backbone) pendidikan di Tingkat Provinsi. (rin)