Sahli Yuas Elko : Penanganan Lingkungan Permukiman Kumuh di Kalteng Tahun 2023 Ditargetkan Sebesar 3,57 %

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com — Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah Yuas Elko mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan penanganan lingkungan permukiman kumuh di wilayah Kalimantan Tengah pada tahun 2023 sebesar 3,57 % dan sebesar 7,14 % pada akhir periodee RPJMD 2023. Sedangkan persentasi luasan permukiman kumuh di kawasan perkotaan yang diditangai sebesar 9,09 % pada tahun 2023 dan sebesar 18,18 % pada akhir periode RPJMD.

Hal tersebut diungkapkan Yuas Elko saat membacakan sambutan tertulis Sekda Prov. Kalteng H. Nuryakin saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Bidang Kawasan Permukiman se Kalimantan Tengah Tahun 2023,  bertempat di West Bestern Hotel Palangka Raya, Senin (30/10/23).

Sahli Yuas Elko saat menyampaikan sambutan pada Rakor dan Sinkronisasi Kawasan permukiman se Kalteng Tahun 2023. (Photo/ivan)

Selain itu lanjut Yuas Elko, penyelenggaraan Prasarana, Sarana Utilitas (PSU) secara umum juga masih cukup jauh dari kebutuhan yang diharapkan masyarakat. ‘’Hal ini terlihat dari besaran jumlah usulan penanganan PSU oleh masyarakat, baik melalui Musrenbang, usulan langsung (proposal) dan Pokir DPRD dengan realisasi yang mampu ditangani dalam APBD Prov. Kalteng setiap tahun,’’ imbuh Yuas Elko.

Yuas menambahkan, dalam RPJMD Prov. Kalteng Tahun 2021-2026 telah dirumuskan permasalahan pada bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman yang akan menjadi prioritas penanganan ke depan, antara lain masih rendahnya persentasi Rumah Layak Huni (RLH), masih terdapat kawasan kumun 10-15 hektar yang menjadi kewenangan Provinsi serta masih kurangnya dukungan Prasarana, Sarana dan Uitilitas (PSU) pada kawasan permukiman untuk mendukung permukiman yang layak.

‘’Kondisi tersebut tentunya membutuhkan kerjasama dan sinergi dari semua pihak, terutama dalam sinkronisasi target program/ kegiatan dan pendanaan, baik dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten/ Kota,’’ ujar Yuas Elko.

‘’Berkaca dari uraian konsepsi, permasalahan dan tantangan pembangunan bidang perumahan dan kawasan permukiman di atas, saya tekan kan peras strategis dan kegiatan Rakor dan Sinkronisasi Bidang Kawasan Permukiman se Kalteng pada hari ini, diharapkan dapat mencari solusi dengan baik, terkoordinasi dan sinkronisasi,’’ pungkas Yuas Elko.

Rakor tersebut diikuti para Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan se-Kalteng atau yang mewakili, Dinas PUPR dan Bappedalitbang se-Kalteng serta dihadiri Plh. Disperkimtan Prov. Kalteng Flederick, Kepala Bidang Kawasan Perumahan Disperkimtan Prov. Kalteng H. Ahmad Elfiansyah dan instansi vertilkal terkait lainnya. (tb4)