KUALA KAPUAS. Tambunbungai.com – Ketua Panitia penyelenggara Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahmadi S. dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal maklumat dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). Hal tersebut disampaikan Ahmadi saat acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Norhidayah, Desa Pangkalan Sari, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Jum’at (6/10/23).
Menurut Ahmadi, DMI telah mengeluarkan maklumat tegas pelarangan adanya kegiatan bersifat politis seperti kampanye di lingkungan masjid atau tempat ibadah umat Islam, jelang Pemilu 2024.
Berisikan perihal Surat Edaran Menghadapi Tahun Politik 2024 dengan nomor 172.D/III/SE/PP-DMI/IX/2023, tertanggal 29 September 20203 yang ditujukan kepada seluruh pimpinan DMI pusat, wilayah, daerah, cabang, dan ranting, seluruh pimpinan organisasi otonom DMI di semua tingkatan, pengurus DKM dan takmir masjid/mushalla seluruh Indonesia, serta jamaah masjid/mushalla (umat islam) seluruh Indonesia.
Dengan datangnya tahun politik/pesta demokrasi 2024, yaitu Pemilu serentak pemilihan Calon Presiden (Capres), pemilihan Calon Anggota Legislatif (Caleg), dan kampanye Partai Politik (Parpol), maka dengan mengharap hidayah, rahmat, barakah, dan ridha Allah Subhaanahu wa Ta’alaa, Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) menyerukan serta mengajak hal-hal sebagai berikut, pertama, agar masjid, mushalla, surau, dan langgar dijaga fungsinya sebagai tempat ibadah dan pembinaan ketaqwaan yang steril dari kepentingan politik praktis, baik perorangan, kelompok maupun parpol.
Kedua, agar lingkungan masjid, mushalla, surau, dan langgar dibersihkan/disterilkan dari segala bentuk atribut maupun alat peraga kampanye Capres, Caleg, dan Parpol, termasuk menghindari keterlibatan dalam pemberian/pembagian bingkisan yang dapat dianggap memuat kepentingan politik.
Ketiga, agar masjid, mushalla, surau maupun langgar dijadikan tempat berhimpunnya umat secara inklusif yang netral, aman, menyejukkan, mendamaikan, dan mempersatukan.
Keempat, agar umat Islam dan semua pihak mewaspadai/menolak tegas penggunaan politik identitas, isu-isu negatif (black campaign), dan informasi bohong (hoax).
Surat Edaran ini dikeluarkan untuk dijadikan perhatian tersbeut ditandatangani oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI, H.M. Jusuf Kalla, dan Sekretaris Jenderal H. Imam Addaruqutni.
Selain menyampaikan terkait 4 poin maklumat tersebut, Ahmadi S. yang juga selaku Kepala Desa Pangkalan Sari ini juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam, atas kepergian tokoh agama di desa setempat. Ahmadi juga menilai sosok beliau semasa hidupnya sangat dekat sekali dengan warga. Untuk itu, ia mengajak warga untuk mendoakan beliau di penghujung acara nantinya.
“Kami baru saja kehilangan sosok yang luar biasa, yaitu Guru kita KH. Hanafiah, beliau sudah puluhan tahun disini membimbing kita, mari kita do’akan sama-sama semoga beliau diampuni dosanya, diterima amal ibadah nya, dilipatgandakan pahalanya dan dilapangkan kuburnya,” ucapnya.
Untuk diketahui, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tersebut di isi oleh penceramah Guru Muhammad Hanafi dari Gunung Raja, Pelaihari.
Dalam ceramahnya, Guru Muhammad Hanafi mengajak jemaah untuk perbanyak sholawat, menanamkan sifat pemurah, dan mengikis kesombongan serta menanamkan ketawadhuan dalam diri. (tb4)

