Sahli Yuas Elko : Pejabat Administrator Diharapkan Mampu Mengoptimalkan SDM yang Solid dan Kreatif

PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengatakan, setiap instansi pemerintah diperlukan sosok pejabat administrator yang memiliki tanggung jawab dalam memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik. Pelayanan publik yang dikelola dan dikendalikan dengan baik, merupakan bagian integral dari peningkatan kualitas kinerja unit organisasi. ‘’ “Pejabat administrator ini nantinya harus memiliki kemampuan untuk menggerakan seluruh anggota timnya,  mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk bekerja bersama-sama dengan solid dan menemukan cara-cara kreatif. Untuk itu maksimalkan momen pelatihan ini sebaik-baiknya,” sebut Yuas Elko saat membacakan sambutan Gubenrur Kalteng saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (KPA) Gelombang I, Angkatan I, II dan III, yang mulai dilaksanakan Jum’at (12/5/23). Pelatihan yang digelar secara virtual itu diikuti 120 orang peserta dari beberapa instansi dari Pemprov Kalteng, pemerintah kabupaten/kota dan Kejaksaan RI dan lainya.

Kegiatan berlangsung mulai 12 Mei – 12 September 2023 mendatang bertujuan, agar peserta mempunyai kompetensi manajerial jabatan sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 pasal 15 angka 1, di mana pejabat administrator sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 huruf a bertanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintah dan pembangunan. Selain itu juga untuk menambah keilmuan perkantoran hingga administrasi untuk nantinya memimpin sebuah kepercayaan dalam instansi tersebut.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dalam sambutanya, yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, menyebut dalam rangka melaksanakan agenda Reformasi Birokrasi 2024 guna terwujudnya World Class Bureaucracy,  platihan ini dilaksanakan dengan metode bleanded learning.  Hal ini, lanjutnya, sebagai respons Pemprov Kalteng terhadap dinamisme nomenklatur dari waktu ke waktu.

“Metode pelatihan bleanded learning sebagai langkah nyata dalam upaya mewujudkan ASN unggul yang digaungkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan employer banding ‘Bangga Melayani Bangsa’ dan titik tonggak penguatan nilai – nilai budaya kerja ASN dengan core values ASN,” katanya.

Sosok pejabat administrator yang dapat memainkan peran tersebut adalah pejabat yang telah memenuhi kriteria kepemimpinan manajemen kinerja, sehingga cepat atau lambatnya peningkatan kinerja organisasi akan ditentukan oleh kualitas manjemen kinerja yang dilakukan oleh pejabat administrator.

Sementara itu secara terpisah, Kepala BPSDM Provinsi Kalteng Sri Widanarni menambahkan, kurikulum yang akan digunakan dalam  pelatihan kepemimpinan administrator terdiri dari empat tahap. Meliputi, materi kepemimpinan dan nasionalisme, kepemimpinan kinerja,  pengendalian pekerjaan, dan aktualisasi kepemimpinan. “Untuk aktualisasi kepemimpinan, pemateri akan membekali peserta agar kemampuan menerapkan kapasitas kepemimpinan berkinerja tinggi dalam manajemen pelaksanaan kegiatan pembangunan melalui pengalaman best pratice dan aplikasinya dalam aksi perubahan dalam peningkatan kinerja organisasi,” pungkas Sri Widanarni. (tb4)