PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E., mengatakan bahwa mengenai banjir yang saat ini melanda Kota Palangka Raya mengikuti air pasang atau air pasang sungai datang ketika terjadi hujan deras di daerah hulu atau kabupaten tetangga, sehingga sungai meluap dan yang terdampak adalah warga yang bermukim di bantaran sungai Kota Palangka Raya.
“Seperti biasa, banjir kan kalau air pasang sungai datang, kita kan tahu alirannya, ya mau tidak mau yang dibereskan yang di mana kan kita harus tahu,” katanya.
Mengenai bantaran sungai, Fairid mengungkapkan bahwa hal tersebut harus di bahas bersama, mengingat hal tersebut bukan ranah Pemerintah Kota Palangka Raya, akan tetapi yang merasakan dampaknya adalah warga Kota Palangka Raya, karena adanya banjir kiriman dari hulu.
“Kita sudah berbicara, yang banjir itu kan bantaran sungai dan bantaran sungai kita tahu bersama itu harus duduk bersama, bukan ranahnya kami, karena sungai bukan ranahnya Pemerintah Kota Palangka Raya, tetapi yang terdampak adalah warganya, warga Kota Palangka Raya dan perlu digaris bawahi bahwa banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman,” tambahnya.
Sejauh ini, tambah Fairid, dari hasil pembahasan awal tahun lalu, kajian dan hal lainnya sudah di bahas dan menunggu penerapannya di lapangan atau implementasi di lapangan.
“Ini kan sebenarnya sudah dari awal tahun kita bahas bersama Kementerian, saya rasa kajian dan lainnya itu sudah ada, hanya tinggal implementasi,” ucapnya.
Dalam hal penanganan, Fairid mengaku pihaknya akan melakukan relokasi warga, khususnya yang saat ini berjalan adalah di kawasan daerah Puntun.
Kami dari sisi Pemerintah kota Palangka Raya, yang sudah berjalan saat ini atau program kami adalah relokasi di daerah Puntun, itu yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya, kalau dari sisi bantarannya, ya tanyakan dengan yang berwenang,” pungkasnya. (tb5)