PALANGKA RAYA. Tambunbungai.com – Guru-guru dari berbagai sekolah yang terhimpun di Stand Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kapuas sampaikan profil sekolah masing-masing, mulai dari produk unggulan, karya guru serta prestasi siswa. Hal tersebut disampaikan saat pergelaran Pameran Inovasi Pendidikan Kalteng Berkah, Tahun 2022.
Koordinator Pelaksana Pameran MKKS SMA Kapuas, Omiyanto, M.Pd., mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan seperti ini, sehingga dapat mengekspos produk unggulan yang dimiliki. Ia juga menjelaskan bahwa produk unggulan yang dimiliki salah satunya abon ikan haruan (ikan gabus).

“Kami bersyukur dan berterima kasih pada panitia penyelenggara, jadi melalui ini kami bisa menampilkan apa yang sudah kami kerjakan, dan kebanyakan dari kami adalah untuk mengekspos sumber daya yang ada di sekitar sekolah. Dari sekolah kami memproduksi ada abon ikan haruan atau rabuk Ikan haruan, karena berpotensi di daerah kami saat musim ikan itu, terkadang nyaris tidak tertampung. Untuk itulah kami kembangkan untuk produk unggulan kami”, jelasnya.
Sementara itu, masih di kesempatan yang sama, Peserta MKKS SMA Kapuas Mauli Noor, S.Pd. M.M. mengatakan bahwa pihaknya juga menampilkan produk unggulan serta menampilkan seni dan budaya pada saat pembukaan dan penutupan acara.

“Di samping menampilkan produk-produk yang ada, kami juga tim dari Kapuas menampilkan seni dan budaya yang sudah tampil tadi malam dan insya Allah juga malam ini tampil untuk mengisi memeriahkan kegiatan ini”, katanya.
Peserta MKKS SMA Kapuas, Asen, S.Pd. yang juga mewakili SMA 2 Kapuas tersebut membeberkan bahwa untuk produk unggulan SMA 2 Kapuas yakni getah nyatu dan kewirausahaan berupa keripik kelakay atau pakis serta telor asin.

“Mewakili kawan-kawan dari SMA 2 untuk di SMA 2 produk unggulannya biasa kami membuat getah nyatu kemudian juga ada program kewirausahaan yaitu membuat keripik dari kelakai atau Pakis dengan telur asin. Untuk siswa kita pernah juara salah satunya adalah Putri wisata mewakili Kabupaten Kapuas di provinsi dan sekaligus juara tingkat provinsi dan masih banyak yang lain”, bebernya.
Masih di waktu yang sama, peserta MKKS SMA Kapuas Made Pujangga, S.Pd. mengatakan bahwa untuk SMA Negeri 1 Basarang pernah mendapatkan semacam predikat sebagai sekolah penggerak yang mendapatkan praktik baik pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar dari Kemendikbudristek.
“Kami menyampaikan terkait dengan produk unggulan dari sekolah penggerak SMA Negeri 1 Basarang dengan ibu kepala sekolah Ibu Fuyi Yanti Pimae, M.Pd., dan saya adalah guru penggerak di sekolah penggerak. Kami pernah mendapatkan semacam predikat sebagai sekolah penggerak yang mendapatkan praktik baik pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar dari Kemendikbudristek”, ucapnya.

Ia mengaku bahwa pihaknya telah melakukan project penguatan profil belajar Pancasila. Untuk prestasi, ia menyebut bahwa pernah menjuarai Olimpiade di UPR.
“kemudian terkait dengan sekolah penggerak, kami melakukan project penguatan profil belajar Pancasila dengan menerapkan beberapa tema-tema project, mulai dari kewirausahaan Bhinneka Tunggal Ika, kemudian gaya hidup berkelanjutan. Kemudian dari sisi prestasi secara Akademi kami juga menjuarai Olimpiade salah satunya di Olimpiade Universitas Palangka Raya biologi dan juga di Olimpiade Kabupaten, jelasnya.
“Kami juga memperoleh prestasi di bidang olahraga seperti futsal kemudian di voli dan baru-baru kemarin juga ada dari basket. Nah itu gambaran singkat terkait dengan prestasi dari sekolah penggerak SMA Negeri 1 Basarang”, tambahnya.
“Dari sisi kepala sekolah juga menulis sebuah buku, beberapa buku yang sudah ber SBN dan kami juga dari guru, saya sendiri menulis buku yang berjudul “Menjadi Guru Ideal” sesuai dengan undang-undang nomor 14 tahun 2005 dan menjadi guru penggerak Merdeka belajar yang sudah ber SBN”, pungkasnya.
Sementara itu, Peserta MKKS SMA Kapuas, Alya Dhania Riadyni, S.Pd. mengungkapkan bahwa sejauh ini dirinya sudah lulus seleksi level 2 dalam Pelatihan Google Master Trainer, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh REFO bekerja sama dengan kemendikbud.
“Mengikuti Pelatihan Google Master Trainer, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh REFO bekerja sama dengan kemendikbud. Sudah lulus seleksi sampai level 2 (dari 3 level)
Jadi, tugas saya menjadi trainer produk google yang bekerja sama dengan kemendikbud, yaitu akun belajar.id”, ungkapnya.

“Ada juga kegiatan Pembatik (Pembelajaran Berbasis TIK) yang diselenggarakan oleh kemendikbud. Tujuannya untuk mempromosikan portal rumah belajar dari kemdikbud. Ada 4 level, saya dan Pak Made Pujangga sudah sampai level 4, jadi kami disebut Sahabat Rumah Belajar”, paparnya.
“Saya juga Quizizz Super Trainer. Jadi, saya lulus seleksi sebagai trainer dari Quizizz Pusat. Saya juga bertugas melatih calon trainer kuis di daerah”, pungkasnya.(tb6)